
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, meresmikan tiga gedung baru Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri, FOTO: Verry01-PBMI
WONOGIRI – PORTALBMI.ID – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, meresmikan tiga gedung baru Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri sebagai bagian dari penguatan layanan akademik, pengembangan fakultas, dan laboratorium berbasis ekoteologi.
Ketiga gedung tersebut meliputi Gedung Adinata (layanan akademik), Gedung Hayam Wuruk (Fakultas Dharmaduta), dan Gedung Manjushri (Laboratorium Agama dan Sentra Ekoteologi). Peresmian ini menandai tonggak penting percepatan transformasi STABN Raden Wijaya menuju Institut Agama Buddha Negeri.

Dalam laporan kegiatan, Ketua STABN Raden Wijaya menegaskan bahwa pembangunan ini berlandaskan prinsip Buddhis Idappaccayatā Paṭicca Samuppāda, yakni keterkaitan sebab akibat yang saling bergantungan. “Gedung-gedung ini bukan sekadar hasil pembangunan fisik, melainkan buah dari kebijakan yang bijaksana, kerja keras berkelanjutan, serta kebajikan kolektif berbagai pihak,” ujarnya.
Apresiasi disampaikan kepada Menteri Agama atas arah kebijakan dan komitmen penguatan pendidikan keagamaan yang moderat, inklusif, dan berdaya saing. Dukungan strategis juga datang dari Bupati Wonogiri beserta Pemerintah Daerah, khususnya penyediaan lahan pengembangan kampus sebagai fondasi transformasi kelembagaan. Selain itu, penghargaan diberikan kepada Supriadi, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, atas konsistensi memperjuangkan penguatan kelembagaan dan mutu akademik.

Tidak hanya pembangunan fisik, STABN Raden Wijaya juga mengembangkan program unggulan berbasis praktik dan kolaborasi DUDI. Sejak 2024, mahasiswa mengikuti magang di instansi pemerintah daerah dan program pengabdian masyarakat bersama sahabat disabilitas.
Pada 2025, mahasiswa menjalani studi independen internasional di Zhunglin University, Taiwan, dengan dukungan beasiswa dari Fo Guang Shan, memasuki awal tahun 2026 kampus menyiapkan program magang perhotelan bintang lima di Taiwan yang bekerjasama dengan PT SGI (Socare Group International) serta magang mengajar satu semester untuk pemenuhan guru Agama Buddha di daerah 3T melalui jejaring Majelis Buddhayana Indonesia dan dukungan YDP-ABI.

Sentra Ekoteologi pada Gedung Manjushri dirancang sebagai pusat kajian dan pembelajaran pelestarian lingkungan, termasuk inovasi daur ulang sampah menjadi energi terbarukan melalui kemitraan dengan inventor mesin pirolisis. Ikonografi Manjushri Bodhisattva pedang (cahaya kebijaksanaan), teratai (welas asih), dan sunyata (kekosongan) menjadi simbol nilai inti kampus Wisdom and Compassion, diperkuat palet warna terinspirasi aura Buddha: kuning, merah, putih, jingga, dan keemasan.
Peresmian ini diharapkan mempercepat penguatan ekosistem pendidikan Buddhis yang berdampak, menghasilkan lulusan berkarakter, kompeten, dan terserap dunia kerja, sekaligus mendorong STABN Raden Wijaya menuju Institut Agama Buddha Negeri yang unggul dan berkelanjutan.
(Verry01-PBMI)








