
CEO PT Socare Group International, Verry Lioe, turut diundang untuk memberikan sambutan sekaligus arahan dalam kegiatan tersebut. FOTO : Verry01/portalbmi.id
WONOGIRI – PORTALBMI.ID – Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri, Jawa Tengah, menggelar kegiatan Sosialisasi Program Raden Wijaya Berdampak pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan melibatkan berbagai mitra strategis, salah satunya PT SGI (Socare Group International).
Sosialisasi ini mencakup kolaborasi Program Magang Berdampak, Studi Independen Berdampak, serta pelepasan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, mitra dunia usaha, dan instansi terkait.

Ketua STABN Raden Wijaya Wonogiri, Dr. Sulaiman, Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam mendukung implementasi kebijakan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai pelaksanaan program magang dan studi independen yang berdampak nyata bagi pengembangan kompetensi mahasiswa,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Selain pemaparan program, agenda kegiatan juga mencakup sambutan dari mitra serta sambutan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Drs. Supriyadi, M.Pd., yang dirangkai dengan prosesi pelepasan mahasiswa PPL, magang, dan program berdampak sebagai simbol kesiapan mahasiswa untuk terjun dan berkontribusi secara aktif dan profesional di masyarakat.

CEO PT Socare Group International, Verry Lioe, turut diundang untuk memberikan sambutan sekaligus arahan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mitra dunia usaha dinilai penting dalam memperkuat ekosistem link and match antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri.
Kegiatan sosialisasi dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan dilaksanakan melalui platform Zoom. STABN Raden Wijaya berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum penguatan kolaborasi berkelanjutan demi peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Buddha.








