
30 Anak di Taman Baca Situ Rompong Ikuti Edukasi "Ruang Tumbuh Setara" Bersama Relawan Gesit. FOTO : Henny06/portalbmi,id
CIPUTAT – PORTALBMI.ID – Di tengah peringatan darurat sampah yang sedang melanda Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kelompok Relawan Gesit melalui program “Ruang Tumbuh Setara” mengambil langkah preventif dengan menyasar generasi muda. Sebanyak 30 anak berkumpul di Situ Rompong, Ciputat, untuk mengikuti aksi edukasi lingkungan yang kreatif dan religius.
Edukasi Interaktif: Games dan Menggambar
Kegiatan dimulai dengan suasana ceria melalui berbagai games ketangkasan. Ke-30 anak tersebut ditantang untuk memahami jenis-jenis sampah melalui permainan simulasi “Pilah Pilih Sampah”. Metode ini dilakukan agar mereka sadar bahwa solusi dari darurat sampah di Tangsel dimulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga.
Setelah bermain, kreativitas anak-anak dituangkan dalam sesi menggambar.
Dengan krayon dan kertas, mereka melukiskan pemandangan Situ Rompong yang bersih tanpa sampah plastik. Aktivitas ini bertujuan membangun ikatan emosional antara anak-anak dengan lingkungan tempat tinggal mereka.
Ketua Program Ruang Tumbuh Setara Relawan Gesit, Muhammad Reza Ramadhan, menegaskan bahwa aksi ini merupakan respon langsung terhadap kondisi lingkungan di Tangsel saat ini.
“Kami ingin anak-anak ini menjadi garda terdepan. Saat ini Tangsel sedang darurat sampah, dan bersama relawan gesit, kami mengedukasi 30 anak di sini agar mereka memiliki karakter peduli lingkungan sejak dini. Jika mereka terbiasa disiplin, kita punya harapan untuk masa depan lingkungan yang lebih bersih,” ujar Muhammad Reza Ramadhan.

Pemberian Iqro untuk Bekal Spiritual
Selain fokus pada lingkungan, Relawan Gesit juga memberikan perhatian pada pendidikan agama anak-anak di sekitar Situ Rompong. Sebagai penutup acara, seluruh peserta mendapatkan pembagian buku Iqro gratis.
Aksi bagi-bagi Iqro ini merupakan bagian dari misi Relawan Gesit untuk menyeimbangkan antara tanggung jawab terhadap bumi (ekologi) dan ketaatan dalam beragama (spiritual).
Para relawan meyakini bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah implementasi nyata dari nilai-nilai agama yang dipelajari dalam Iqro.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari warga sekitar. Kehadiran Relawan Gesit di bawah kepemimpinan Muhammad Reza Ramadhan dianggap sangat tepat waktu, mengingat tumpukan sampah liar kini menjadi persoalan serius di berbagai sudut kota.
Dengan berakhirnya acara ini, 30 “pahlawan lingkungan” baru dari Situ Rompong telah dibekali ilmu untuk membuang sampah pada tempatnya serta semangat baru untuk memperdalam ilmu agama’
(Henny06-PBMI)








