
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (26/01/2026) pagi di kawasan Kalijodo. FOTO: Edi Wijaya
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Setelah upaya pencarian intensif selama tiga hari, tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur potensi SAR akhirnya berhasil menemukan korban yang dilaporkan hanyut di Sungai Ciliwung, Jakarta Selatan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (26/01/2026) pagi di kawasan Kalijodo.
Peristiwa bermula pada Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 13.30 WIB. Pihak berwenang menerima laporan adanya satu orang yang tenggelam dan terbawa arus di aliran Sungai Ciliwung wilayah Jakarta Selatan. Segera setelah laporan diterima, operasi SAR langsung diaktifkan dengan penyisiran di titik awal kejadian.
Pencarian dilakukan secara Intensif Selama 3 Hari, memasuki hari kedua dan ketiga, pencarian diperluas dengan melibatkan armada perahu karet dan penyisiran darat di sepanjang bantaran sungai. Medan yang menantang dan arus sungai yang dinamis menjadi faktor utama dalam proses evakuasi ini.

Pada Senin, 26 Januari 2026 pukul 09.30 WIB, warga melaporkan adanya penemuan jenazah di bawah jembatan dekat kawasan Kalijodo, Jakarta Barat. Tim evakuasi segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses pengangkatan dan identifikasi.
Berdasarkan hasil identifikasi, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah korban yang hilang tiga hari lalu. Jarak penemuan mencapai 13 kilometer dari titik awal laporan hilang (Titik Nol).

“Korban ditemukan di hari ketiga setelah penyisiran panjang pada pukul 09:30 . Jarak penemuan cukup jauh dari lokasi awal, mencapai 13 KM tepatnya di kolong jembatan kenal Kalijodoh,Matraman Jakarta Selatan,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Setelah berhasil dievakuasi dari aliran sungai, jenazah korban langsung dibawa menuju rumah duka di wilayah Jakarta Timur untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Keberhasilan operasi kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi solid dan kerja keras banyak pihak di lapangan. Tim yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari SAR Jakarta, BPBD Jakarta Selatan, Damkar Jakarta Selatan, Sahabat Yatim, Tim respon Khatulistiwa, IEA, ERCOM, Bazis, SAR MTA, Semut Rescue, NU Care, Ambulance Response Team (TAR), Laju Peduli, Satpol PP, Indonesia care, Redkar Jakarta Selatan, Manggarai Rescue, YCNKRI Rescue, Redkar Jakarta, PMI, RMI, Kananga Rescue, Gesit Tangsel, serta bantuan dari penduduk setempat.
Sinergi yang kuat antar relawan dan instansi ini menjadi faktor penentu dalam percepatan proses pencarian hingga evakuasi korban, terima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah bertugas dengan dedikasi tinggi.
(Henny06-PBMI)








