
Pesraman Yoga Kereta Kencana Emas sukses menyelenggarakan Ritual Ruwatan Pengenteg Bayu pada Rabu, 28 Januari 2026. FOTO: Ayu05/ portalbmi.id
DENPASAR – PORTALBMI.ID – Pesraman Yoga Kereta Kencana Emas sukses menyelenggarakan Ritual Ruwatan Pengenteg Bayu pada Rabu, 28 Januari 2026, di Padangsambian, Denpasar Barat. Acara yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 20.00 WITA ini menghadirkan suasana penuh khidmat, dengan umat dari berbagai kalangan datang untuk mencari ketenangan batin dan penyelarasan energi hidup.
Makna Pengenteg BayuDalam tradisi Bali, bayu berarti napas atau energi hidup, sedangkan pengenteg berarti penguatan atau peneguhan. Maka, Pengenteg Bayu adalah proses spiritual untuk memperkokoh energi kehidupan agar seseorang tidak mudah goyah secara fisik maupun batin.

Ritual ini diyakini mampu menyeimbangkan pikiran, perasaan, dan tindakan, sekaligus membuka jalan baru menuju harmoni hidup.
Ritual ini terbuka bagi siapa saja, khususnya:
- Umat yang jarang melakukan piotonan atau upacara pribadi, mereka yang sering sakit-sakitan tanpa sebab medis yang jelas.
- Mereka yang merasa bingung dalam tindakan atau arah hidup• Mereka yang mudah marah atau sedih tanpa alasan pasti.
- Mereka yang merasa apes dalam karier, rumah tangga, maupun rezekiDengan memohon waranugraha dari Ida Ratu Gede Sakti, ritual ini menjadi ruang penyembuhan bagi siapa pun yang ingin melepaskan beban dan menyambut vibrasi baru dalam hidup.

Manfaat yang DirasakanPeserta yang mengikuti ritual ini merasakan manfaat nyata, antara lain, Perasaan lebih ringan dan damai, Kesehatan fisik yang lebih stabil, Kejernihan dalam berpikir dan bertindak, Keharmonisan dalam hubungan keluarga dan sosial, Kelancaran dalam rezeki dan karier dan Koneksi spiritual yang lebih kuat dengan alam dan leluhur, Bukan hanya tubuh yang dibersihkan, tapi juga hati dan pikiran.
Banyak peserta yang datang dengan beban, dan pulang dengan senyum,” ujar salah satu pemangku spiritual.
Budaya Bali
Lentera Jiwa di Tengah Zaman ModernRitual Pengenteg Bayu menjadi bukti bahwa budaya Bali bukan sekadar warisan, melainkan jalan hidup yang menyembuhkan dan menguatkan. Di tengah arus globalisasi, prosesi ini mengingatkan bahwa keseimbangan batin adalah kunci kebahagiaan sejati. Dengan busana putih suci, altar penuh sesajen, dan doa yang menggema, acara ini menegaskan bahwa spiritualitas Bali adalah kekayaan tak ternilai yang harus terus dihayati.
(Ayu05-PBMI)








