
Masyarakat Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, mengeluhkan semakin sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram bersubsidi. FOTO: N0p06/ portalbmi.id
SAMBAS – PORTALBMI.ID – Masyarakat Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, mengeluhkan semakin sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram bersubsidi. Kondisi ini sebenarnya telah dirasakan warga sejak cukup lama, namun dalam sekitar dua minggu terakhir, kelangkaan tersebut semakin parah dan membuat aktivitas rumah tangga masyarakat terganggu.
Gas LPG 3 kilogram yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, kini semakin sulit ditemukan di tingkat pengecer maupun pangkalan. Warga mengaku harus berkeliling ke sejumlah tempat hanya untuk mencari gas, namun sering kali tidak membuahkan hasil.
Iskandar Dinata, warga RT 28/RW 14 Dusun Kenanga 2, mengatakan bahwa kelangkaan LPG 3 Kg sudah lama menjadi keluhan warga. Namun, belakangan ini kondisi tersebut semakin memprihatinkan.
Menurutnya, untuk keperluan masak-memasak di rumah yang terpaksa menunda aktivitas memasak atau mencari alternatif lain karena tidak mendapatkan pasokan gas.
“Sudah lama saya kesulitan mencari gas LPG 3 Kg, tapi sekitar dua minggu terakhir ini kondisinya semakin sulit. Hampir di semua tempat stok kosong,” ungkap Iskandar. Pada Jum’at (30/1/2026).
Hal serupa juga disampaikan oleh Suswadi A.Md., warga RT 23/RW 12 Kenanga. Ia menyebutkan bahwa warga semakin resah karena gas bersubsidi tersebut sangat dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari. Bahkan, dirinya harus menunggu berhari-hari hingga gas tersedia kembali.
“Kami mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 Kilogram ini, karena harus mencari ke berbagai tempat. Kadang sudah keliling, tetap tidak dapat. Ini tentu sangat memberatkan masyarakat,” ujar Suswadi.
Masyarakat Desa Tebas Sungai berharap pemerintah daerah serta pihak terkait dapat segera turun tangan untuk menelusuri penyebab kelangkaan LPG 3 Kg dan memperbaiki sistem distribusi, sehingga pasokan gas dapat kembali normal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
(Nop06-PBMI)








