
Unit instrumental eksperimental asal Kabupaten Bandung, Basajan, kembali menelurkan karya terbaru bertajuk “Nadoman”. FOTO: Allung06/portalbmi.id
BANDUNG – PORTALBMI.ID – Unit instrumental eksperimental asal Kabupaten Bandung, Basajan, kembali menelurkan karya terbaru bertajuk “Nadoman”. Dirilis sebagai pembuka jalan menuju album penuh perdana mereka, single ini hadir di momen menjelang bulan Ramadan, membawa pesan reflektif yang digali dari tradisi tutur masyarakat Jawa Barat.
Secara harfiah, Nadoman atau Nadzom adalah tradisi melantunkan bait-bait pujian, nasihat, atau ajaran agama dalam bahasa Sunda yang biasanya terdengar di langgar atau masjid sebelum waktu shalat tiba. Bagi Basajan, Nadoman bukan sekadar aktivitas religius, melainkan sebuah medium kontemplasi budaya yang mendalam.
“Nadoman” menjadi kepingan teka-teki berikutnya setelah rilisan-rilisan sebelumnya. Jika single “1971” membawa atmosfer mistis dan kewaspadaan, maka “Nadoman” menawarkan sisi yang lebih kontemplatif. Aransemen instrumen yang berlapis menunjukkan kedewasaan Basajan dalam mengolah musik instrumental yang bercerita.
Di sisi produksi, proses mixing dan mastering dilakukan oleh Panji Wisnu, serta dirilis oleh label Bahasa Ibu Records. Single ini juga menjadi jalan yang mengantarkan Basajan menuju perilisan album perdana mereka yang bertajuk Bewara, yang akan dirilis pada 10 April 2026 mendatang.
“Nadoman” dapat dinikmati di berbagai platform musik digital mulai 13 Februari 2026, juga tersedia dalam layanan full track download di laman resmi www.bahasaiburecords.id.
(Allung06-PBMI)









