
Singkawang adalah Kota yang dijuluki “Kota Seribu Kelenteng” ini kembali menjadi magnet wisata. FOTO: Aep05/portalbmi.id
SINGKAWANG, KALBAR – PORTALBMI.ID – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Singkawang pada Februari 2026 berlangsung meriah dan penuh warna. Kota yang dijuluki “Kota Seribu Kelenteng” ini kembali menjadi magnet wisata budaya dengan rangkaian agenda Imlek dan puncaknya Festival Cap Go Meh yang akan menyedot perhatian ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sejak malam pergantian tahun, kawasan pusat kota hingga area vihara dipadati warga yang ingin berdoa dan menyaksikan atraksi budaya. Salah satu titik utama perayaan adalah Vihara Tri Dharma Bumi Raya yang terletak di pusat Kota Singkawang dipenuhi umat untuk sembahyang serta ritual penyambutan tahun baru.
Pemerintah Kota Singkawang melaporkan tingkat hunian hotel selama pekan Imlek mencapai hampir 100 persen. Pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga pengrajin pernak-pernik Imlek turut merasakan peningkatan omzet signifikan. Riyan salah satu pedagang kuliner mengungkapkan mengaku senang dan bersyukur dagangan kulinernya laku banyak denganya banyaknya wisatawan yang datang ke Kota Singkawang.

“Saya senang dan bersyukur dagangan saya laku banyak sejak seminggu lalu hingga hari ini. Banyak wisatawan yang datang ke Singkawang membantu kami UMKM, ujar Riyan penjual makanan.
Wali Kota Singkawang dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan ini bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat toleransi dan menggerakkan ekonomi daerah.
Singkawang dikenal sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia, perayaan Imlek di kota ini berlangsung meriah, ramai dan semarak yang mendapat dukungan penuh dari berbagai komunitas lintas agama dan suku.

Dengan suksesnya penyelenggaraan Imlek 2026, Singkawang kembali menegaskan posisinya sebagai kota paling toleran di Indoenesia dan menjadi destinasi ramah bagi wisatawan, menjadi simbol keberagaman yang hidup harmonis di tengah masyarakat, terlebih perayaan Imlek sangat berdekatan dengan umat Islam menyambut bulan suci Ramadan dan menjalankan Ibadah Puasa. Sehingga nilai toleransi benar-benar di terapakan oleh semua agama, suku, ras dan golongan di Kota Singkawang.
(Aep05-PBMI)








