
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FISIP Universitas Tanjungpura untuk memperkuat refleksi gerakan mahasiswa melalui kegiatan diskusi dan buka puasa bersama. FOTO: Firdaus06/portalbmi.id
PONTIANAK – PORTALBMI.ID – Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FISIP Universitas Tanjungpura untuk memperkuat refleksi gerakan mahasiswa melalui kegiatan diskusi dan buka puasa bersama.
Kegiatan ini menjadi ruang intelektual bagi kader untuk menegaskan kembali peran mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus katalisator transformasi sosial di tengah dinamika masyarakat.
Acara yang berlangsung di Aula Sekda Pontianak, Jalan Sultan Syahrir, Kota Pontianak, mengangkat tema “Refleksi Arah Gerak Kader HMI sebagai Katalisator Transformasi Sosial.” Diskusi menghadirkan dua narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi yang memberikan perspektif mengenai peran strategis mahasiswa dalam kehidupan publik.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Rudi Handoko, menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam masyarakat.
“Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika sosial. Kader organisasi seperti HMI harus mampu menghadirkan gagasan dan keberanian moral untuk mengawal perubahan di masyarakat,” ujar Rudi dalam pemaparannya.
Menurutnya, organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam membangun tradisi berpikir kritis sekaligus menanamkan tanggung jawab sosial kepada para kader.
Sementara itu, akademisi FISIP Universitas Tanjungpura, Firdaus, menilai bahwa refleksi kader merupakan bagian penting dari proses kaderisasi organisasi mahasiswa. Melalui refleksi tersebut, kader dapat memahami kembali arah gerak organisasi dan relevansinya dengan tantangan zaman.
“Refleksi kader penting agar mahasiswa tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kesadaran intelektual dan sosial. Di situlah peran mahasiswa sebagai katalisator transformasi sosial menjadi nyata,” jelas Firdaus.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan dari peserta mengenai peran mahasiswa dalam menjawab persoalan masyarakat, mulai dari isu pendidikan, media, hingga partisipasi publik dalam pembangunan daerah.
Bagi kader HMI Komisariat FISIP Untan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi di bulan Ramadan, tetapi juga momentum untuk memperkuat internalisasi nilai perjuangan organisasi, khususnya dalam mewujudkan konsep Insan Cita insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam.
Melalui forum refleksi ini, kader diharapkan semakin menyadari bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar simbol intelektualitas, melainkan juga kekuatan moral yang mampu mendorong perubahan sosial menuju kehidupan yang lebih adil dan berkeadaban.
(Firdaus06-PBMI)







