
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: Shutterstock
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Harga minyak mentah masih menguat pada penutupan perdagangan Jumat (13/3). Hal ini karena Selat Hormuz masih ditutup akibat perang di Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters pada Senin (16/4), kontrak minyak mentah Brent crude untuk pengiriman Mei ditutup di USD 103,14 per barel atau naik USD 2,68 atau 2,67 persen. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April ditutup di USD 98,71 per barel atau naik USD 2,98 atau 3,11 persen.
Saat ini, perang telah memasuki pekan kedua. Kenaikan harga terjadi setelah sebelumnya sempat turun akibat laporan keliru yang menyebut kapal tanker berbendera India berhasil melintasi Selat Hormuz. Belakangan diketahui kapal tersebut berlayar dari Oman dan tidak melewati selat tersebut sehingga harga minyak kembali naik sebelum tengah hari Jumat.
Secara mingguan, Brent telah naik 11,27 persen sejak harga penutupan 6 Maret, sementara WTI menguat sekitar 8 persen dibandingkan sepekan lalu.
CPO
Dikutip dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk kontrak April mengalami kenaikan 0,62 persen pada penutupan perdagangan Jumat (13/3). Dengan begitu, harga CPO berada di level MYR 4.539 per ton.
Batu Bara
Sementara itu, harga batu bara berjangka Newcastle mengalami penurunan. Berdasarkan data dari Barchart, harga batu bara untuk kontrak April turun 0,05 persen ke level USD 137,30 per ton.
Nikel
Sementara itu harga nikel juga mengalami pelemahan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel melemah 2,68 persen ke level USD 17.266 per ton.
Timah
Harga timah juga turun hingga 4,72 persen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, saat ini harga timah ada pada level USD 47.059 per ton.







