
Pengerupukan sendiri merupakan bagian penting dalam rangkaian perayaan Nyepi di Bali. FOTO: Ayu05/portalbmi.id
DENPASAR – PORTALBMI.ID – Suasana Pengerupukan masih berlangsung malam ini di kawasan Sesetan, tepatnya di Banjar Lantang Bejuh. Hingga pukul 20.00 WITA, warga tampak masih disibukkan dengan berbagai persiapan menjelang arak-arakan Ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi.
Yang menarik, keterlibatan anak-anak menjadi sorotan dalam pengerupukan kali ini. Tidak hanya hadir sebagai penonton, mereka juga ikut ambil bagian dalam proses persiapan hingga pembuatan ogoh-ogoh bersama warga.
Dengan mengenakan pakaian adat Bali seperti udeng dan kamen, anak-anak tampak antusias berkumpul di sekitar lokasi. Beberapa di antaranya terlihat aktif membantu proses pengerjaan, mulai dari tahap persiapan hingga finishing, menunjukkan semangat gotong royong yang mulai tumbuh sejak usia dini.
Pantauan di lapangan, suasana di Banjar Lantang Bejuh masih dipenuhi aktivitas. Warga bahu-membahu menyempurnakan detail ogoh-ogoh, sementara anak-anak mulai bersiap untuk mengikuti arak-arakan yang akan segera digelar. Sorotan lampu yang menerangi ogoh-ogoh menciptakan nuansa dramatis khas malam pengerupukan, menambah semarak suasana.
Salah satu warga setempat menyampaikan bahwa keterlibatan anak-anak menjadi hal yang membanggakan sekaligus penting bagi keberlanjutan tradisi. “Sekarang bukan hanya dewasa saja yang membuat ogoh-ogoh, anak-anak juga ikut terlibat. Ini penting untuk masa depan budaya kita,” ujarnya.
Pengerupukan sendiri merupakan bagian penting dalam rangkaian perayaan Nyepi di Bali, di mana ogoh-ogoh diarak keliling sebagai simbol pembersihan unsur negatif sebelum memasuki hari hening.
Dengan keterlibatan generasi muda seperti yang terlihat di Banjar Lantang Bejuh malam ini, tradisi tidak hanya tetap hidup, tetapi juga berkembang. Regenerasi budaya pun berjalan secara alami, memastikan warisan leluhur tetap terjaga dari generasi ke generasi.
(Ayu05-PBMI)








