
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin, China, Senin (1/9/2025). Foto: Alexander KAZAKOV / POOL / AFP
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Presiden Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata selama 32 jam dengan Ukraina pada Kamis (9/4). Penghentian pertempuran dilakukan selama perayaan Paskah Ortodoks.
Permintaan Putin direspons positif oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia menyebut Ukraina akan mematuhi gencatan senjata.
Perang Rusia dan Ukraina telah berlangsung selama empat tahun. Adapun perayaan Paskah Ortodoks yang menjadi momentum gencatan senjata dirayakan pada Minggu (12/4).
Pengumuman Putin ini mirip dengan langkah serupa selama 30 jam pada tahun lalu. Namun, saat itu Rusia dan Ukraina saling menuduh terkait pelanggaran gencatan senjata.
Melalui pernyataan resminya, Kremlin menyatakan gencatan senjata dimulai pada Sabtu (11/4) pukul 16.00 hingga Minggu (12/4) tengah malam waktu setempat.
“Kami melanjutkan dengan asumsi bahwa pihak Ukraina akan mengikuti contoh Federasi Rusia,” demikian bunyi pengumuman Kremlin.
Usai pengumuman tersebut, Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov meminta Panglima Militer Jenderal Valery Gerasimov menghentikan serangan dari segala arah.

Sementara itu, Presiden Zelensky menekankan bahwa Ukraina merupakan pihak yang berulang kali menyerukan penghentian pertempuran.
“Ukraina telah berulang kali menyatakan bahwa kami siap untuk langkah-langkah timbal balik. Kami mengusulkan gencatan senjata selama liburan Paskah tahun ini dan akan bertindak sesuai dengan itu,” tulis Zelensky di Telegram.
“Rakyat membutuhkan Paskah tanpa ancaman dan langkah nyata menuju perdamaian, dan Rusia memiliki kesempatan untuk tidak kembali menyerang bahkan setelah Paskah,” sambungnya.







