
Kilang El Palito milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA, di Puerto Cabello, Venezuela. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Amerika Serikat (AS) tengah merinci rencana memegang kendali yang lebih besar atas operator swasta untuk merebut cadangan minyak mentah Venezuela.
Opsi pertama salah satunya untuk membeli sebagian besar produksi minyak mentahnya dan hak veto atas penunjukan dewan direksi.
Dikutip dari Bloomberg, Selasa (1/9), lembar fakta yang dirilis oleh Gedung Putih menawarkan penjelasan publik tentang kesepakatan yang pertama kali diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pekan lalu.
Menurut dokumen tersebut, AS akan memiliki kesempatan pertama untuk membeli sekitar 80 persen produksi minyak oleh North American Blue Energy Partners (NABEP), sebuah perusahaan swasta yang diberikan konsesi selama 100 tahun di 17 lapangan minyak di Venezuela.
Gedung Putih mengatakan bahwa minyak mentah akan dipasok dengan harga pokok produksi. NABEP juga memberikan hak kepada Departemen Luar Negeri AS untuk membeli 20 persen dari hasil produksinya dari lapangan-lapangan saat ini dan di masa mendatang, sehingga menjamin pasokan minyak murah yang stabil.
AS akan memiliki hak veto atas pengangkatan setiap anggota dewan direksi NABEP dan mayoritas anggota dewan harus warga negara AS, menurut lembar fakta tersebut.
Trump membanggakan kesepakatan itu, ia menyebutnya sebagai kesepakatan terbesar yang pernah dibuat pada hari Senin, dan mengatakan ia bermaksud menggunakan minyak tersebut untuk membantu memulihkan cadangan darurat AS.
“Salah satu hal yang ingin saya lakukan dengan semua minyak yang kita miliki sekarang adalah mengisi cadangan strategis ini, dan kita akan menyelesaikannya dengan cukup cepat. Kita akan mengambil minyak itu. Semuanya akan dikirim ke AS untuk diolah di kilang-kilang,” kata Trump.

NABEP berencana meningkatkan produksi dari operasinya di Danau Maracaibo dan Sabuk Orinoco di Venezuela menjadi lebih dari 1 juta barel minyak per hari, target yang ambisius di negara yang produksi hariannya saat ini sekitar 1,1 juta barel.
Kesepakatan minyak AS-Venezuela merupakan hasil dari kebijakan Trump untuk memperluas pengaruh di Belahan Barat, yang disebut ‘Doktrin Donroe’.
Dengan memulai usaha baru yang dikendalikan langsung oleh AS, pemerintahan tersebut berupaya memberikan kepercayaan lebih kepada para produsen untuk berkomitmen mengembangkan 17 lapangan minyak yang terlibat dalam kesepakatan tersebut.
Para pejabat AS secara eksplisit mengatakan bahwa wajib pajak tidak akan menanggung biaya untuk mendukung usaha tersebut.
Sebaliknya, fokus AS dalam kesepakatan ini adalah Kantor Modal Strategis Pentagon, yang akan memegang 35 persen saham ekuitas di perusahaan induk NABEP, menurut lembar fakta.
Gedung Putih mengatakan bahwa hal itu mewakili nilai dan dividen hingga ratusan miliar dolar bagi AS.
(Red-PBMI)







