
KSOP Kelas I Banten melakukan pendampingan pelaksanaan simulasi fire drill dan abandon ship pada KMP Erine dan KMP Rhisel yang dioperasikan PT Pelayaran Surya Timur Line (STL) Grup Cabang Merak. FOTO: PORTALBMI.ID
MERAK – PORTALBMI.ID – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten melakukan pendampingan pelaksanaan simulasi fire drill dan abandon ship pada KMP Erine dan KMP Rhisel yang dioperasikan PT Pelayaran Surya Timur Line (STL) Grup Cabang Merak. Senin (7/9/26).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapsiagaan awak kapal dalam menghadapi kondisi darurat, sekaligus memperkuat penerapan aspek keselamatan pelayaran.
Melalui simulasi tersebut, awak kapal diuji dalam menjalankan prosedur tanggap darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Pada latihan fire drill, awak kapal melakukan simulasi penanganan kebakaran di atas kapal. Setiap personel menjalankan tugas sesuai dengan muster list dan prosedur yang telah ditetapkan, mulai dari proses pelaporan, koordinasi di anjungan, penggunaan peralatan pemadam kebakaran, hingga upaya pengendalian situasi darurat.
Sementara itu, simulasi abandon ship dilakukan untuk menguji kesiapan awak kapal apabila terjadi kondisi yang mengharuskan kapal ditinggalkan. Prosedur evakuasi menjadi fokus utama, untuk memastikan seluruh awak memahami tugas masing-masing dan mampu menggunakan sarana keselamatan seperti sekoci, life raft, dan life jacket secara benar.
Pendampingan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan KSOP Kelas I Banten terhadap pemenuhan standar keselamatan pelayaran. Petugas melakukan pemantauan langsung terhadap jalannya latihan, kekompakan dan koordinasi awak kapal, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan selama simulasi berlangsung.
Pelaksanaan latihan secara berkala diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan benar-benar meningkatkan kemampuan dan naluri kedaruratan awak kapal. Kesiapan sumber daya manusia dan penguasaan prosedur menjadi faktor kunci dalam meminimalkan risiko ketika terjadi insiden di tengah pelayaran.
Kepala Cabang PT STL Merak, Erwin Risahondua mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen perusahaan dalam menjaga standar keselamatan operasional.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Melalui latihan rutin yang didampingi langsung oleh KSOP Kelas I Banten, kami ingin memastikan seluruh awak KMP Erine dan KMP Rhisel siap dan sigap menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Senada, Kepala Operasional PT STL Cabang Merak, Anjas menambahkan, pihaknya akan terus konsisten menjalankan drill secara berkala sesuai regulasi.
“Kami berterima kasih atas pendampingan dan pengawasan dari KSOP Kelas I Banten. Ini menjadi evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme awak kapal,” kata Anjas.
Dengan adanya pendampingan dan pengawasan dari KSOP Kelas I Banten, PT Pelayaran Surya Timur Line Cabang Merak diharapkan terus menjaga standar keselamatan operasional KMP Erine dan KMP Rhisel. Keselamatan awak kapal, penumpang, serta kelancaran pelayanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pelayaran yang aman, selamat, tertib, dan nyaman.
(Red-PBMI)








