
SERANG – Portalbmi.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Provinsi Banten menanam sebanyak 5.000 bibit mangrove di kawasan pesisir belakang Spilwick, Jalan Bio Banten, Kampung Pamarican, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Rabu (23/9/26).
Ketua DPD Himpunan Alumni IPB Provinsi Banten, Dr. Nasir, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian alumni terhadap lingkungan sekaligus upaya mendorong perlindungan kawasan pesisir.
“Hari ini kita melaksanakan penanaman mangrove di Kota Serang, tepatnya di kawasan belakang Spilwick, Jalan Bio Banten, Kampung Pamarican, Desa Banten, Kecamatan Kasemen. Jumlah bibit yang kita tanam sebanyak 5.000 tanaman,” ujar Nasir.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya alumni IPB Provinsi Banten, Pramuka Keluarga Provinsi Banten, mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), serta perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Alumni IPB.Selain itu, kegiatan juga didukung sejumlah pihak, termasuk Bank Banten, Media Lab, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), serta unsur pemerintah dan masyarakat setempat.
Perwakilan Kecamatan Kasemen, Saikmat, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Lurah Banten dan tokoh masyarakat.Nasir menjelaskan, penanaman mangrove tersebut bukan merupakan kegiatan tahunan, melainkan bagian dari program lingkungan yang dijalankan oleh DPD Himpunan Alumni IPB Provinsi Banten.
“Ini bukan kegiatan tahunan. Memang ini salah satu program. Donasi berasal dari teman-teman semua yang ada di Provinsi Banten dan para alumni lainnya,” katanya.
Menurut dia, dari total 5.000 bibit mangrove, sebagian telah ditanam secara simbolis dalam kegiatan tersebut. Sementara bibit lainnya akan dilanjutkan penanamannya oleh masyarakat, termasuk para nelayan di sekitar lokasi.
Pihaknya juga memberikan uang lelah kepada masyarakat yang terlibat agar bibit mangrove dapat ditanam sekaligus dirawat hingga tumbuh dengan baik.
“Kita minta kepada para nelayan yang sudah ada di sini untuk melanjutkan penanaman. Kita berikan uang lelah sehingga tanaman ini betul-betul ditanam dan dirawat dengan baik, sehingga ke depan bisa bermanfaat bagi mereka juga,” ujar Nasir.
Nasir mengatakan, keberadaan mangrove memiliki manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat pesisir. Mangrove dapat membantu mengurangi dampak abrasi serta menjadi habitat berbagai biota laut seperti ikan dan kepiting.

Ia berharap gerakan penanaman mangrove dapat terus dilakukan mengingat wilayah Banten memiliki garis pantai yang cukup panjang dan menghadapi berbagai potensi persoalan lingkungan di kawasan pesisir.
“Saya kira gerakan tanam mangrove ini harus terus kita lakukan sehingga betul-betul bisa menjaga lingkungan kita, tidak terjadi abrasi,” katanya.
Menurut Nasir, keberadaan mangrove juga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat pesisir karena ekosistem mangrove dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai jenis ikan, kepiting, dan biota lainnya.
“Yang paling penting adalah menjadi wadah atau media yang sangat penting bagi masyarakat untuk pendapatan. Dengan banyaknya potensi ikan dan kepiting, tentu ini akan memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Selain manfaat ekonomi, mangrove juga dinilai memiliki fungsi sebagai salah satu benteng alami kawasan pesisir.
Nasir menjelaskan, sistem perakaran mangrove yang kuat dapat membantu menahan arus air laut dan mengurangi dampak erosi maupun abrasi.
“Kita lihat tadi di sekitar itu banyak sekali mangrove yang sudah besar. Akarnya cukup banyak dan menancap kuat ke bawah sehingga menjadi penghalang kalau ada bencana-bencana. Kita tidak tahu, erosi laut, kemudian tsunami dan lain-lain,” katanya.

Ia berharap penanaman 5.000 bibit mangrove tersebut dapat dirawat secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat pesisir di wilayah Kota Serang.
Selain program lingkungan, DPD Himpunan Alumni IPB Provinsi Banten juga berencana menjalankan sejumlah kegiatan lain yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, seperti gerakan menanam cabai dan kegiatan seminar.
“Kita terus melakukan kegiatan-kegiatan yang memang bermanfaat bagi masyarakat. Mungkin nanti juga kita bisa menggerakkan tanam cabai, kemudian seminar dan kegiatan lainnya sesuai dengan program yang telah disusun dalam rapat kerja,” tutur Nasir.
(Achie06-PBMI)








