
PEKANBARU – PORTALBMI.ID – PT Socare Group International (SGI) dan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau, Pekanbaru, pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas wawasan internasional mahasiswa, meningkatkan kompetensi profesional, serta membuka peluang pengalaman kerja dan pembelajaran lintas negara, khususnya melalui program magang di Taiwan.

PT SGI juga berharap para mahasiswa yang telah menyelesaikan program magang di Taiwan dapat membawa pulang pengalaman, kedisiplinan, keterampilan, serta pola pikir.
Dari pihak PT Socare Group International, MoU ditandatangani oleh Direktur Utama, Lioe Nyit Liong, dengan Annora Arsan, S.E., M.H., selaku saksi sekaligus Head Representative Riau Region (H3R). Sementara itu, dari pihak UMRI, MoU ditandatangani oleh Rektor Dr. H. Saidul Amin, M.A., dengan Fahmi Salsabila, S.S., M.Si., selaku Ketua Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK), sebagai saksi.
Magang di Taiwan, Perkuat Kompetensi dan Pengalaman Internasional MahasiswaKerja sama ini membuka peluang bagi mahasiswa UMRI untuk mengikuti program magang di Taiwan, dengan kesempatan yang saat ini tersedia pada sektor restoran dan perhotelan berbintang lima.
Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman kerja secara langsung, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis, kedisiplinan, etos kerja, serta pemahaman terhadap standar profesional industri internasional.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan daya saing ketika kembali ke Indonesia, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Rektor UMRI Apresiasi Kemajuan Taiwan dalam Pendidikan dan IndustriDalam pertemuan tersebut, Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, M.A., menyampaikan pandangan yang antusias mengenai kemajuan Taiwan, khususnya dalam hal kebersihan lingkungan, kedisiplinan, etos kerja, serta perpaduan antara kemajuan teknologi dan penataan lingkungan yang indah dan nyaman.
Salah satu hal yang menarik perhatian beliau adalah model pengembangan universitas yang terintegrasi dengan fasilitas rumah sakit dan industri pendukungnya. Dalam model tersebut, kebutuhan rumah sakit, termasuk peralatan medis, obat-obatan, dan berbagai produk penunjang, dapat dikembangkan melalui fasilitas produksi yang terhubung dengan lingkungan kampus.
Model seperti ini dinilai memberikan nilai pembelajaran yang luar biasa karena mahasiswa memiliki kesempatan untuk menghubungkan teori yang diperoleh di ruang kuliah dengan praktik nyata, penelitian, serta kebutuhan industri dan pelayanan kesehatan.
Pengalaman tersebut menjadi inspirasi penting bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, terutama dalam membangun hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan kebutuhan masyarakat.
Rektor UMRI juga berharap kerja sama dengan PT SGI tidak berhenti pada program magang sektor restoran dan perhotelan. Ke depan, peluang magang diharapkan dapat diperluas ke berbagai bidang sesuai dengan fakultas dan program studi yang ada di UMRI.
Selain itu, beliau berharap PT SGI dapat memfasilitasi pertemuan antara UMRI dengan universitas dan perusahaan industri di Taiwan. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi sarana pertukaran pengetahuan, berbagi pengalaman pengembangan pendidikan, serta melihat secara langsung perkembangan industri Taiwan, termasuk industri semikonduktor dan teknologi cip (chip) yang dikenal secara internasional.
PT SGI Harapkan Alumni Magang Menjadi Penggerak Inovasi di IndonesiaDirektur Utama PT Socare Group International, Lioe Nyit Liong, melalui kerja sama ini berharap program magang dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kemitraan pendidikan yang lebih luas dan berkelanjutan.
PT SGI juga berharap para mahasiswa yang telah menyelesaikan program magang di Taiwan dapat membawa pulang pengalaman, kedisiplinan, keterampilan, serta pola pikir profesional untuk diterapkan di lingkungan kerja dan masyarakat Indonesia.
Lebih jauh, para alumni program diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan, dengan mengadaptasi praktik-praktik baik yang mereka pelajari di Taiwan, termasuk penguatan hubungan antara pendidikan, riset, teknologi, dan kebutuhan industri.
Dengan demikian, program magang tidak sekadar menjadi kesempatan bekerja di luar negeri, tetapi juga investasi sumber daya manusia yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perguruan tinggi, dunia usaha, dan pembangunan nasional.
H3R Riau Dorong Percepatan MoA dan Implementation AgreementHead Representative Riau Region PT Socare Group International, Annora Arsan, S.E., M.H., menyampaikan harapannya agar kerja sama yang telah dituangkan dalam MoU dapat segera ditindaklanjuti melalui penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA).
Menurutnya, kedua dokumen lanjutan tersebut penting untuk memperjelas ruang lingkup program, mekanisme pelaksanaan, pembagian peran para pihak, serta tahapan kegiatan yang akan dijalankan.
Tahapan berikutnya direncanakan mencakup pembukaan rekrutmen peserta, pelaksanaan tes dan wawancara langsung oleh pihak Taiwan, serta pemenuhan persyaratan lanjutan bagi mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi.

PT SGI akan mendukung dan memfasilitasi proses lanjutan bagi peserta yang lolos berbagai tahapan seleksi sesuai dengan ketentuan program dan kesepakatan para pihak.
“Harapan kami, kerja sama ini dapat segera diwujudkan dalam program nyata. MoU merupakan langkah awal, sedangkan keberhasilan sesungguhnya terletak pada pelaksanaan program yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, kampus, dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia,” demikian semangat yang disampaikan dalam pengembangan kemitraan tersebut.
Keselamatan dan Kenyamanan Mahasiswa Menjadi PrioritasDari pihak UMRI, Ketua KUIK Fahmi Salsabila, S.S., M.Si., menekankan pentingnya memastikan mahasiswa yang mengikuti program magang memperoleh perlindungan, keselamatan, dan kenyamanan selama menjalani kegiatan di Taiwan.
Mahasiswa diharapkan dapat berangkat dalam kondisi sehat, menjalani program dengan baik, serta kembali ke kampus dengan membawa pengalaman, pengetahuan, dan nilai tambah yang dapat mendukung proses pendidikan mereka.
Aspek keselamatan, kesiapan peserta, pemenuhan persyaratan, dan pendampingan selama program menjadi hal penting agar kerja sama internasional ini dapat terlaksana secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Pertukaran Plakat, Simbol Komitmen dan Kemitraan BerkelanjutanRangkaian kegiatan penandatanganan MoU ditutup dengan penyerahan plakat dari masing-masing pihak sebagai cendera mata sekaligus simbol persahabatan, komitmen, dan kenangan bersejarah atas terjalinnya kerja sama antara PT Socare Group International dan Universitas Muhammadiyah Riau.

Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi awal dari kemitraan yang semakin luas, tidak hanya dalam program magang mahasiswa, tetapi juga dalam pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi, kolaborasi pendidikan, serta penjajakan hubungan antara perguruan tinggi dan industri di Indonesia dan Taiwan.
Melalui sinergi tersebut, PT Socare Group International dan UMRI berkomitmen untuk mendorong terbukanya kesempatan belajar di tingkat internasional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mampu beradaptasi serta bersaing di tengah perkembangan dunia kerja dan teknologi global.
PT Socare Group International bersama Universitas Muhammadiyah Riau: membuka peluang internasional, memperkuat kompetensi, dan membangun masa depan sumber daya manusia Indonesia.
(Annora)








