
The WAW Rilis Single Perdana Tuek Gaya
JAKARTA – PORTALBMI.ID – The WAW atau dikenal dengan “Th3 WAW” adalah sebuah band project yang beranggotakan ‘ Wawan ex Dewa , Arief Blingsatan dan Wawan Klantink ” di bentuk di Surabaya di bulan februari 2026.
WAW diambil dari inisial nama depan personilnya ( Wawan Dewa , Arief Blingsatan , Wawan Klantink )
Th3 Waw mengkonsep musiknya sebagai sebuah crossover dari karakter bermusik masing – masing personilnya menggabungkan antara hard rock , pop punk dan Musik folk jalanan.
Latar belakang personil band ini menjadi hal yang menarik
“Wawan Juniarso” dikenal di anak 90an sebagai “Wawan Dewa” Wawan adalah ex Drumer Dewa 19 formasi “Struggle” dari era band sekolahan hingga meledakan album pertama di industri musik nasional dan tidak menikmati popularitas band ini sejak keluar di tahun 1994
” Darma Arief” atau dikenal dengan “Arief Blingsatan” Arief adalah frontman dari band Punk “Blingsatan” yang mempunyai karakter yang kuat merupakan penggiat musik skena sejak era 90an ,
“Wawank” atau dikenal dengan “Wawan Klantink” Wawan adalah sosok musisi jalanan yang talentanya telah teruji di dunia hiburan nasional lewat berbagai ajang berbakat bersama “Klantink” dan merupakan salah satu icon musik Surabaya
Debut perdana mereka dipertemukan lewat “studio jaming” kemudian berlanjut dengan proses berkarya di sebuah studio rekaman ” Maca record ‘ yang terletak di Porture studio Surabaya , turut membantu proses recording , mixing dan mastering adalah “Cakra” dan “Rico” dari “Laopan jaya” sebagai Additional gitar.
Single perdana yang berjudul “Tuek Gaya” ini sengaja menggunakan bahasa Surabaya dalam penulisan lirik sebagai respresentatif bahasa cangkrukan atau bahasa obrolan arek Suroboya dengan musik yang bernuansa rock 90’s dimana beat hard rock bertemu dengan sound punk rock dengan notasi vocal rock alternative

Lagu ini bercerita tentang problema yang biasa ditemui di kalangan tongkrongan yaitu tentang kesombongan seseorang terhadap sahabat – sahabat lamanya karena kesuksesanya. Hal klise dalam dunia pergaulan yang menjadikan alasan kami mengangkat tema ini.
Ada 2 hal yang yang mendasar yang kami sampaikan di lagu “urakan” ini adalah ” ilingo menungso pasti matek , iling Ndunyo pasti entek ( ingatlah manusia pasti mati , ingatlah dunia pasti habis / kiamat ) ” pesan ini juga sebagai “Self remainder” bagi kami
Sedikit membedah judul lagu “Tuek Gaya”, “tuek” ini kata-kata slank Surabaya yang diambil dari kata “Metuwek” yang berkonotasi sok tua atau sok lebih segalanya dan Kata “Gaya” yang bukan berarti “Style” dalam arti harafiah melainkan berarti ” Sombong ” dalam bahasa cangkrukan.
Di bulan Februari ini tepat pada hari jumat tanggal 27 kami akan merilis single “Tuek Gaya” bersama Musik Videonya yang bisa disaksikan di kanal youtube kami dan di dengar di berbagai Platform Digital.
(Allung06-PBMI)








