
Paus Leo XIV melambaikan tangan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (5/4/2026). Foto: Alberto PIZZOLI / AFP
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Paus Leo XIV mendesak para pemimpin dunia untuk mengakhiri konflik global dan meninggalkan ambisi kekuasaan dalam pesan Paskah pertamanya di Vatikan, Minggu (5/4).
Pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu menegaskan dunia kini semakin terbiasa dengan kekerasan, di tengah konflik global yang terus berkecamuk.
Dalam berkat Urbi et Orbi di Lapangan Santo Petrus, Paus Leo menyampaikan keprihatinannya di hadapan ribuan umat yang hadir.
“Kita mulai terbiasa dengan kekerasan, pasrah terhadapnya, dan menjadi tidak peduli,” ujarnya, seperti dikutip dari AFP.
Ia juga menyerukan secara tegas agar perang dihentikan.
“Biarkan mereka yang memiliki senjata meletakkannya. Biarkan mereka yang punya kekuatan untuk memicu perang memilih perdamaian!” kata Paus.
Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa Paus pertama asal AS itu juga mengingatkan agar dunia tidak acuh terhadap konflik yang menelan banyak korban jiwa.
“Kepada mereka yang memiliki kekuatan untuk memicu perang, pilihlah perdamaian,” ujarnya dalam pesan terpisah.

Paus Leo tidak menyebut konflik tertentu dalam pesannya, namun belakangan ia dikenal vokal mengkritik perang Iran dan meningkatnya kekerasan global. Ia menekankan makna Paskah sebagai simbol non-kekerasan.
“Di hari perayaan ini, mari kita tinggalkan setiap keinginan akan konflik, dominasi, dan kekuasaan, serta memohon damai bagi dunia yang dilanda perang,” ujarnya.
Sehari sebelumnya, dalam misa vigili Paskah, Paus juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadi kebal terhadap konflik yang terus terjadi.
Bahkan, ia sempat secara langsung mendesak Presiden AS Donald Trump untuk mencari jalan keluar guna mengakhiri perang Iran.
Di akhir pesannya, Paus mengumumkan akan menggelar doa bersama untuk perdamaian di Basilika Santo Petrus pada 11 April mendatang.







