
Universitas Tanjungpura (UNTAN) menyelenggarakan agenda tahunan Halal Bihalal dan Syukuran. FOTO: Firdaus06/portalbmi.id
PONTIANAK – PORTALBMI.ID – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (UNTAN) menyelenggarakan agenda tahunan Halal Bihalal dan Syukuran sebagai momentum penguatan silaturahmi serta refleksi atas berbagai capaian strategis lembaga.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta tokoh organisasi kemasyarakatan guna membangun sinergitas di lingkungan kampus yang akuntabel dan harmonis.
Esensi Spiritualitas dan Peran Keluarga
Dalam perspektif religius, Dr. Harjani menekankan bahwa keselamatan masyarakat Indonesia bertumpu pada keseimbangan dua dimensi hubungan, yakni Hablum Minallah (hubungan dengan Sang Pencipta) melalui konsistensi ibadah salat, dan Hablum Minannas (hubungan antarmanusia) melalui perilaku kebajikan.
Menyikapi tantangan kedisiplinan ibadah di lingkungan akademisi, beliau menegaskan bahwa keluarga merupakan pilar pendidikan karakter yang utama. “Kesadaran harus dimulai dari keteladanan orang tua dalam mendirikan salat, yang kemudian diestafetkan melalui bimbingan berkelanjutan kepada anak-anak mereka,” ujar Dr. Harjani dalam sesi wawancara tersebut.

Tinjauan Historis dan Kolaborasi Organisasi
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Bapak Bahli, memberikan tinjauan historis mengenai asal-usul istilah “Alal Bihalal” yang digagas melalui publikasi suara Muhammadiyah pada tahun 1929. Secara historis, tradisi ini dirancang sebagai instrumen budaya untuk merajut kembali silaturahmi dan sikap saling memaafkan antar-komponen organisasi.
Dalam konteks pengembangan kemahasiswaan di FISIP UNTAN, beliau mendorong peningkatan kolaborasi lintas organisasi. Pemanfaatan potensi secara kolektif dan keteladanan dari para senior dianggap sebagai kunci dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman.

Refleksi Capaian dan Transformasi Kelembagaan
Pihak manajemen FISIP UNTAN menyatakan bahwa momentum Halal Bihalal tahun ini sekaligus menjadi bentuk syukur atas berbagai keberkahan yang diterima lembaga, di antaranya:
- Transformasi Sumber Daya Manusia: Keberhasilan konversi status kepegawaian tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mencapai 100%.
- Penguatan Akademis: Penerimaan 23 dosen baru yang diharapkan mampu memperkuat daya saing fakultas.
- Rekognisi Global: Progres signifikan terkait perolehan informasi dan kesiapan menuju akreditasi internasional.
“FISIP UNTAN adalah rumah besar bagi kita semua. Syukuran ini merupakan titik tolak untuk berbenah diri dan mempererat sinergitas demi mewujudkan lembaga yang lebih maju dan berkembang,” pungkas narasumber dari FISIP UNTAN. Melalui penguatan “Rumah Besar” ini, diharapkan seluruh civitas akademika dapat terus bersatu sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam mencapai visi pendidikan yang unggul.
(Tino07-PBMI)








