
Halal Bihalal dan syukuran keluarga besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura. FOTO: Firdaus06/portalbmi.id
PONTIANAK – PORTALBMI.ID – Suasana hangat dan cair mewarnai kegiatan Halal Bihalal dan syukuran keluarga besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura. Lebih dari sekadar tradisi tahunan pasca-Idulfitri, acara ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguat hubungan antarwarga kampus.
Dalam forum yang dihadiri pimpinan fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan itu, pesan tentang keseimbangan antara kehidupan spiritual dan profesional mengemuka. Dr. Harjani Hefni, Lc., M.A., Imam Besar Masjid Mujahidin Pontianak, menekankan pentingnya menjaga salat lima waktu, bahkan di tengah rutinitas kerja.
Menurut dia, disiplin dalam menjalankan ibadah menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan yang berkah. “Kesibukan bukan alasan untuk meninggalkan salat. Justru di situlah letak ujian konsistensi kita,” ujarnya. Ia mengaku terus mengingatkan hal itu dalam berbagai kesempatan sebagai bagian dari tanggung jawab moralnya di ruang publik keagamaan.

Nada optimisme juga disampaikan Dr. Herlan, M.Si. Ia melihat Halal Bihalal sebagai momentum memperkuat solidaritas di lingkungan akademik yang dinamis. Dalam beberapa waktu terakhir, menurut dia, ada perkembangan yang patut disyukuri, terutama terkait status kepegawaian.
“Banyak tenaga honorer di FISIP Untan kini telah berstatus PPPK, baik dosen maupun tenaga kependidikan. Ini bukan hanya soal administratif, tetapi juga menyangkut rasa aman dan semangat kerja,” kata Herlan. Ia berharap perubahan itu berdampak pada peningkatan kinerja kolektif.
Sementara itu, Dr. Pabali Musa, M.Ag. mengajak peserta melihat Halal Bihalal dari perspektif sejarah. Ia menuturkan, tradisi ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika sosial keagamaan di Indonesia, termasuk peran Muhammadiyah dalam merawat jejaring silaturahmi.

“Halal Bihalal bukan sekadar seremoni, tetapi praktik sosial yang mempertemukan nilai agama dengan kebutuhan kebersamaan. Dari sini lahir ruang kolaborasi antarumat,” ujarnya.
Di tengah suasana penuh canda dan saling sapa, pesan-pesan tersebut mengalir tanpa kesan menggurui. Halal Bihalal di FISIP Untan kali ini tampak menjadi lebih dari sekadar ajang saling memaafkan, ia menjelma sebagai pengingat bahwa kebersamaan, jika dirawat, bisa menjadi energi bersama menghadapi tantangan ke depan.
(Firdaus06-PBMI)








