
Syeikh Jayadi M.Zaini tentang Rencana Haul Akbar Seikh Nurdin Terkarang. FOTO: Firdaus06/portalbmi.id
SAMBAS – PORTALBMI.ID – Upaya menghidupkan kembali jejak ulama lokal di Kabupaten Sambas mulai digerakkan dari tingkat akar rumput. Masyarakat di sekitar makam Syekh Nurdin bin Abu Hasan Tekarang bersama Majelis TQN Khatibiah Sambas menggagas penyelenggaraan Haul Akbar ke-135 sebagai momentum memperkenalkan kembali sosok ulama tersebut kepada khalayak luas.
Gagasan ini dilandasi keinginan untuk memperkuat ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah dan peran ulama dalam membentuk kehidupan sosial dan keagamaan di Sambas. Selama ini, kisah tentang Syekh Nurdin lebih banyak hidup dalam tradisi lisan dan belum terdokumentasi secara luas.
“Melalui haul ini, kami ingin mengajak masyarakat agar lebih mengenal beliau, sekaligus memahami peran ulama di daerah kita,” ujar salah satu perwakilan panitia di Kecamatan Tekarang, Selasa, 21 April 2026.
Haul Akbar ke-135 tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 27 Zulqaidah, bertepatan dengan 15 Mei 2026. Kegiatan ini ditargetkan tidak hanya melibatkan masyarakat lokal, tetapi juga menjangkau kalangan dari luar Kabupaten Sambas agar nilai-nilai keteladanan ulama dapat dikenal lebih luas.
Sebagai bagian dari rangkaian persiapan, kegiatan ceramah keagamaan telah digelar pada hari ini di Masjid Jami’ Al-Falah, Desa Tekarang. Acara tersebut menjadi langkah awal sosialisasi kepada masyarakat sekaligus ajakan terbuka untuk berpartisipasi dalam menyukseskan haul.

Dalam kegiatan itu, panitia juga menyampaikan pentingnya menjaga warisan keilmuan ulama serta memperkenalkan sejarah lokal kepada generasi muda. Ceramah yang disampaikan menekankan bahwa mengenal tokoh-tokoh agama di daerah sendiri merupakan bagian dari upaya merawat identitas dan jati diri masyarakat.
Ke depan, panitia merencanakan berbagai rangkaian kegiatan dalam haul, mulai dari doa bersama, pembacaan manaqib, hingga ceramah agama yang akan menghadirkan Seikh Jayadi M. Zaini. Selain itu, upaya pendokumentasian sejarah Syekh Nurdin juga akan dilakukan agar dapat menjadi referensi bagi masyarakat luas.
Inisiatif ini mencerminkan kesadaran baru di tengah masyarakat Tekarang akan pentingnya merawat sejarah lokal di tengah arus modernisasi. Dari sebuah makam sederhana, mereka berharap lahir kembali perhatian yang lebih besar terhadap warisan ulama yang selama ini menjadi fondasi kehidupan spiritual masyarakat.
“Insya Allah, ini menjadi langkah awal untuk mengenalkan kembali ulama kita kepada dunia luar,” kata seorang anggota majelis.
(Firdaus06-PBMI)








