
Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak calon praktisi hukum berkualitas. FOTO: Ayu05/portalbmi.id
JAKARTA – PORYTALBMI.ID – Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak calon praktisi hukum berkualitas. Hari ini, Sabtu (25/04), mahasiswa sukses menyelenggarakan agenda Sidang Semu (Moot Court) Perdata gelombang kedua yang bertempat di Ruang Sidang Kampus.
Kegiatan ini merupakan bagian krusial dari pendalaman mata kuliah hukum acara yang dibimbing langsung oleh dosen pengampu, Charles DL Pardede, S.H., M.H.

Simulasi Profesional di Ruang Peradilan Kampus
Berbeda dengan suasana perkuliahan biasa, simulasi ini dilaksanakan di ruang sidang khusus yang didesain menyerupai pengadilan aslinya. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat merasakan atmosfer persidangan yang autentik dan memahami tata krama (etik) di dalam ruang sidang.
Mahasiswa memerankan berbagai posisi kunci, mulai dari Majelis Hakim, Kuasa Hukum Penggugat dan Tergugat, hingga saksi-saksi dengan penuh totalitas dan profesionalisme.
Dosen pengampu, Charles DL Pardede, S.H., M.H., yang memantau jalannya persidangan, memberikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswa yang terlibat.
“Praktik di ruang sidang ini adalah wadah bagi mahasiswa untuk mengasah ketajaman argumen dan memahami prosedur formil secara mendalam. Saya sangat menghargai antusiasme mahasiswa dalam mendalami peran masing-masing. Ini adalah bekal yang sangat berharga bagi seluruh calon yuris agar memiliki integritas dan kesiapan saat terjun ke dunia profesi hukum nantinya,” ujar beliau.

Sinergi dan Kolaborasi Kelompok
Keberhasilan agenda hari ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi tim yang solid. Seluruh peserta menunjukkan tanggung jawab besar dalam menyusun berkas-berkas hukum yang diperlukan, memastikan setiap tahapan sidang berjalan sesuai dengan Hukum Acara Perdata yang berlaku di Indonesia.
Melalui fasilitas ruang sidang yang memadai dan bimbingan yang intensif, Universitas Mpu Tantular terus berupaya memastikan lulusannya tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemahiran litigasi yang mumpuni.
(Ayu05-PBMI)








