
Mohamad Furqon resmi dilantik sebagai Ketua DPD APJI Provinsi Banten untuk periode 2026--2031 mendatang. FOTO: Achie06/PORTALBMI.ID
SERANG – PORTALBMI.ID – Musyawarah Daerah (Musda) II Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Provinsi Banten berlangsung sukses dan penuh semangat kebersamaan. Dalam forum tersebut, Mohamad Furqon resmi dilantik sebagai Ketua DPD APJI Provinsi Banten untuk periode 2026–2031 mendatang.
Dalam sambutannya usai pelantikan, Furqon menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan Musda II APJI Banten.
“Alhamdulillah, sore hari ini kita sudah melalui rangkaian Musda II dengan lancar. Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, jajaran DPP, para mantan pengurus DPD, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Furqon, Jumat (22/5/2026).

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para ketua DPC APJI se-Banten yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi. Menurutnya, amanah tersebut harus dijalankan secara kolektif demi kemajuan bersama.
Furqon menegaskan, dirinya tidak ingin menjalankan organisasi secara sepihak. Ia berkomitmen melibatkan seluruh pengurus dan anggota dalam setiap pengambilan keputusan agar APJI Banten menjadi organisasi yang sehat, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita ini pengusaha, Maka yang harus kita lakukan adalah bekerja bersama. Saya tidak bisa berdiri sendiri membawa APJI Banten menjadi lebih baik. Semua keputusan organisasi adalah keputusan bersama,” katanya.
Menurut Furqon, Provinsi Banten memiliki potensi besar, baik dari sisi wilayah maupun sumber daya manusia. Karena itu, APJI Banten harus mampu berkembang dan bersaing dengan daerah lain seperti DKI Jakarta maupun Jawa Barat.
“Banten punya potensi luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengelola organisasi ini dengan amanah dan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Dalam masa kepemimpinannya, Furqon menargetkan APJI Banten segera menggelar rapat kerja dan rapat pimpinan daerah untuk menyusun program 100 hari pasca pelantikan. Program tersebut akan menyasar delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten, mulai dari Cilegon hingga Tangerang Raya.
Selain itu, APJI Banten juga akan melakukan audiensi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta berbagai dinas guna membangun kolaborasi dalam mendukung program pemerintah.
Salah satu fokus utama yang akan dijalankan yakni menjalin kerja sama dengan dapur-dapur program MBG (Makan Bergizi Gratis). APJI Banten, kata Furqon, ingin membantu meningkatkan mutu pelayanan dan kualitas produk agar program tersebut berjalan optimal dan diterima baik oleh masyarakat.
“Kami ingin membantu pemerintah, khususnya dalam memastikan kualitas pelayanan dan produk dari dapur-dapur MBG lebih baik lagi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Tak hanya itu, APJI Banten juga akan menjalin kemitraan dengan perusahaan swasta dan industri di wilayah Banten, terutama dalam pengelolaan kantin perusahaan serta pengembangan usaha kuliner.

Furqon mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan langsung menjalankan berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat luas.
“Ke depan kami ingin menyerap tenaga kerja, meningkatkan UMKM melalui kerja sama dengan pemerintah dan industri di Banten sehingga bisa membantu mengurangi angka pengangguran,” ujarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, APJI Banten berencana menggelar berbagai pelatihan, mulai dari pelatihan memasak, manajemen usaha, keamanan pangan, ekonomi kreatif dan digitalisasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, program-program tersebut diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang memiliki keterampilan khusus dan siap menjadi pelaku usaha, terutama di bidang kuliner.
“Kami ingin masyarakat memiliki kemampuan dan keberanian untuk menjadi pengusaha. Dengan begitu, APJI tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tutup Furqon.
(Achie06-PBMI)







