
Kampanye dan Penggerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat yang diikuti sekitar 120 peserta dari Karang Taruna se-Tangsel dan Saka Bakti Husada Pramuka di Puspemkot Tangsel, Kamis (11/6). FOTO: Henny06/PORTALBMI.ID
TANGERANG SELATAN – PORTALBMI.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental, khususnya bagi kalangan usia produktif. Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Kampanye dan Penggerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat yang diikuti sekitar 120 peserta dari Karang Taruna se-Tangsel dan Saka Bakti Husada Pramuka di Puspemkot Tangsel, Kamis (11/6).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangsel dalam mengampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kepada generasi muda.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, sasaran kegiatan dipilih karena usia produktif merupakan kelompok yang membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima untuk menjalani aktivitas sehari-hari maupun meraih cita-cita di masa depan.
“Jadi memang sasaran kita saat ini adalah Saka Bakti Husada dan Karang Taruna. Artinya program ini menyasar usia produktif. Karena kita sadar betul bahwa usia produktif ini harus punya fisik yang kuat dan mental yang kuat supaya mereka juga bisa menggapai cita-citanya dengan baik,” ujar Allin.
Menurutnya, pola hidup sehat tidak selalu dimulai dari hal besar. Masyarakat dapat memulainya dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, melalui kegiatan tersebut peserta diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh sekaligus kesehatan mental yang belakangan semakin banyak menjadi perhatian di kalangan anak muda.
Allin menuturkan, gangguan kesehatan mental sering kali berawal dari kondisi yang tampak sederhana, seperti rasa cemas, kesepian, atau merasa tidak memiliki tempat untuk berbagi cerita. Kondisi tersebut kerap tidak disadari dan akhirnya dipendam sendiri.

“Kadang ada anggapan kalau curhat itu dianggap lemah. Padahal pada saat seseorang bercerita kepada orang yang dipercaya, itu merupakan upaya menjaga dirinya sendiri agar tetap kuat,” katanya.
Ia mengingatkan, persoalan kesehatan mental tidak boleh dianggap remeh. Sebab, ketika perasaan cemas atau kesepian terus dipendam, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Menurut Allin, kesehatan fisik dan mental merupakan dua hal yang saling berkaitan dan memengaruhi satu sama lain. Ketika kondisi fisik menurun, kesehatan mental dapat ikut terganggu. Begitu pula sebaliknya.
“Jangan sampai sehat mental dianggap sepele. Itu juga harus bisa seimbang dengan sehat fisik. Karena keduanya saling memengaruhi. Pada saat tidak sehat fisik, bisa berpengaruh ke mental. Sebaliknya pun begitu,” tegasnya.
Untuk memperkuat edukasi kepada peserta, Dinkes menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Columbia Asia serta seorang psikolog.
Pemilihan tema tersebut tidak lepas dari meningkatnya kasus penyakit tidak menular yang mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda, seperti penyakit jantung dan stroke.
“Kita melihat sekarang banyak kasus penyakit tidak menular. Ada anak muda yang meninggal karena penyakit jantung, ada juga yang terkena stroke di usia muda. Karena itu edukasi mengenai pola hidup sehat menjadi sangat penting,” pungkasnya.
(Henny06-PBMI)








