
Batu Bara Dermaga Indah Kiat Merak Keluarkan Asap Tebal, Bau Menyengat Dikeluhkan Warga. FOTO: Budi05/PORTALBMI.ID
CILEGON – PORTALBMI.ID – Tumpukan material yang diduga stok batu bara di area belakang gudang kawasan Pelabuhan Indah Kiat Merak, Kota Cilegon, Banten, terlihat mengeluarkan kepulan asap tebal, Selasa (11/8/2026) siang.
Berdasarkan pantauan awak media yang diterima redaksi, asap berwarna putih hingga keabu-abuan tampak membumbung dan menyelimuti sebagian area terbuka penumpukan material. Pada beberapa titik, asap terlihat keluar dari permukaan tumpukan. Di lokasi, sebuah alat berat jenis ekskavator juga terlihat berada tidak jauh dari sumber asap.
Peristiwa tersebut terekam terjadi sekitar pukul 14.08 hingga 15.08 WIB.
Warga Keluhkan Bau Menyengat
Kepulan asap tersebut tidak hanya menjadi perhatian pekerja di dalam kawasan, tetapi juga dikeluhkan warga sekitar.
Salah seorang warga sekitar, Riyan, mengaku terganggu dengan asap dan bau yang muncul dari arah tumpukan material tersebut.
“Asapnya tebal, baunya menyengat seperti batu bara terbakar. Keganggu karena baunya masuk sampai ke sekitar sini,” ujar Riyan saat ditemui di sekitar lokasi, Selasa siang.
Ia berharap pengelola segera melakukan penanganan agar asap tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan kenyamanan warga.
Hingga kini belum dapat dipastikan penyebab munculnya asap tersebut. Belum diketahui apakah material mengalami kebakaran terbuka, pemanasan akibat pembakaran spontan (spontaneous combustion) yang lazim terjadi pada tumpukan batu bara, atau faktor lainnya.

Diketahui, Pelabuhan Indah Kiat Merak merupakan terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) milik PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Kawasan tersebut memiliki aktivitas bongkar muat, pergudangan, dan logistik yang cukup tinggi.
Potensi Risiko K3 dan Lingkungan
Munculnya asap dari area stok batu bara dalam jumlah besar menjadi sorotan, mengingat material tersebut berpotensi menimbulkan polusi debu, penurunan kualitas udara, hingga risiko keselamatan kerja jika terjadi pemanasan berlebih.
Menunggu Penjelasan Pengelola
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola.
Manager Dermaga Indah Kiat Merak, Purnomo, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat belum memberikan jawaban.
Pengamat kebijakan publik bidang kepelabuhanan, Andri Gunawan, S.H., CPLA, menilai pengelola kawasan pelabuhan wajib memiliki SOP penanganan material curah seperti batu bara, termasuk pengendalian debu, pemantauan suhu tumpukan, dan mitigasi risiko kebakaran.

“Penumpukan batu bara dalam jangka lama memang rawan terjadi self-heating. Karena itu aspek K3 dan lingkungan harus jadi prioritas, apalagi di kawasan pelabuhan yang aktivitasnya padat. Pengelola perlu terbuka menjelaskan penyebab dan langkah penanganannya, terlebih jika sudah dikeluhkan warga,” ujar Andri.
Redaksi juga masih berupaya mengonfirmasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon untuk memastikan apakah telah dilakukan pengecekan di lapangan dan dampaknya terhadap kualitas udara.
Berita ini masih akan diperbarui apabila telah ada keterangan resmi dari pihak PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
(Budi05-PBMI)








