
Bandara Kertajati di Majalengka Foto: Shutter Stock
MAJALENGKA – PORTALBMI.ID – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan lanjutan rencana Bandara Kertajati menjadi pusat pemeliharaan atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat. Selain itu, bandara tersebut akan difungsikan menjadi pangkalan TNI AU.
Sjafrie mengungkapkan pangkalan tersebut dapat menyimpan pesawat mulai dari pesawat angkut sampai pesawat tempur TNI AU.
“Kertajati ini akan kita gunakan untuk kepentingan pemeliharaan, kemudian juga kita gunakan untuk sebagai pangkalan penyimpanan pesawat baik itu transport maupun pesawat tempur. Karena ke depan kita akan mendapatkan jumlah pesawat transportasi dan juga pesawat tempur yang lebih besar,” kata Sjafrie di fasilitas GMF di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (19/8).
Sjafrie membuka peluang kerja sama terkait pengelolaan bengkel pesawat. Namun, ia menekankan yang terpenting untuk Bandara Kertajati sebagai fasilitas MRO adalah penggunaan SDM dalam negeri.
“Kerja sama luar negeri ini terbuka bagi kita dalam rangka membuka kerja sama teknis dengan negara-negara sahabat untuk melakukan MRO di Indonesia. Kita sedang mengatur fasilitas mana yang akan dipergunakan oleh mereka, termasuk di Kertajati,” ujar Sjafrie.
Saat ini, TNI AU memang sudah menggandeng PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk dalam rangka modernisasi C130 Hercules seri H mereka. Ke depan, Sjafrie menjelaskan fasilitas PT Dirgantara Indonesia juga bisa melakukan modernisasi.

“Kalau hari ini kita lihat di Garuda Melalui GMF tapi nanti tahun depan kita akan melakukan suatu peluncuran dari hasil modernisasi PTDI,” ungkap Sjafrie.
Terkait kehadiran jet tempur asal Prancis yakni Rafale F4 yang kini beberapa di antaranya sudah diterima TNI AU, Sjafrie juga ingin perawatannya bisa dilakukan di dalam negeri. Untuk itu, ia akan melibatkan baik GMF maupun PTDI.
Dengan begitu, kata Sjafrie, Indonesia bisa mandiri perihal perawatan pesawat. Ia juga mendorong skema agar Indonesia tak hanya membeli alutsisya namun sistem termasuk perawatannya.
“Juga nanti akan bertahap dikirim, baik ke GMF maupun PTDI. Jadi, nanti pesawat tempur juga akan kita rawat di Indonesia. Rafale juga akan kita berikan tugas, apakah kepada GMF atau PTDI,” tutur Sjafrie.
(Red-PBMI)







