
ILUSTRASI sejumlah mahasiswa menggelar aksi demo berjalan kaki menuju Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Jelang Demo 27 Agustus 2026 besok, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) bersiap menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).
Aksi yang melibatkan Aliansi Mahasiswa dan sejumlah kelompok masyarakat sipil tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB.
GERAM memperkirakan sekitar 1.000 peserta akan bergabung dalam aksi yang mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia.
Koordinator Aksi GERAM Ahmad Mixel mengatakan, Demo 27 Agustus 2026 digelar sebagai bentuk pengawasan masyarakat terhadap pelaksanaan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran DPR RI.
“Aksi pada 27 Agustus 2026 ini bukan sekadar penyampaian pendapat biasa di jalanan, melainkan bentuk pertanggungjawaban dan pengawasan publik terhadap DPR RI,” kata Mixel dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).
GERAM juga meminta pimpinan DPR RI hadir dan berdialog langsung dengan massa.
Mereka menilai respons terhadap tuntutan mahasiswa tidak cukup jika hanya diberikan dalam bentuk pernyataan atau tindakan simbolis.
“Kami menuntut Ketua dan Wakil Ketua DPR RI hadir langsung menemui massa aksi untuk berdialog secara nyata dan setara, bukan sekadar respons simbolis,” ujarnya.
Mixel menambahkan, jika pimpinan DPR tidak menemui massa, GERAM akan mempertimbangkan konsolidasi untuk menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar.
“Jika pimpinan DPR RI tidak bersedia membuka ruang dialog, kami menilai hal tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi rakyat dan kami siap mengonsolidasikan gerakan lanjutan yang jauh lebih besar,” katanya. Aliansi Mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut berasal dari 14 organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil.
Beberapa di antaranya yakni UNUSIA, Universitas Terbuka, Universitas Trilogi, Serikat Mahasiswa Indonesia, mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat, Serikat Tahanan Politik, organisasi kepemudaan, hingga komunitas masyarakat sipil lainnya.
Dalam Demo 27 Agustus 2026 besok, GERAM membawa 10 Tuntutan yang mencakup persoalan politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga penegakan hukum.
Tuntutan pertama, GERAM meminta Prabowo-Gibran diadili dan dimintai pertanggungjawaban secara politik maupun hukum atas kebijakan yang menurut mereka memperluas militerisme, melemahkan demokrasi, serta memperbesar ketimpangan ekonomi.
Kedua, Aliansi Mahasiswa mendesak penghentian dan evaluasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi tersebut terutama menyangkut transparansi anggaran dan dugaan potensi patronase politik. Ketiga, GERAM menolak kebijakan pajak yang dinilai semakin membebani masyarakat miskin dan pekerja.
Mereka mendorong penerapan sistem pajak progresif terhadap pemilik modal besar.
Keempat, GERAM menuntut pendidikan dan layanan kesehatan yang gratis, ilmiah, serta berkualitas. Mereka juga menolak komersialisasi perguruan tinggi dan pemangkasan anggaran untuk layanan dasar.
Kelima, mahasiswa mendesak pemerintah menekan harga kebutuhan pokok sekaligus meningkatkan upah buruh.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Keenam, GERAM meminta bencana yang terjadi di Sumatra dan Nusa Tenggara Timur ditetapkan sebagai bencana nasional. Mereka juga mendesak percepatan penyaluran bantuan serta proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.
Tuntutan ketujuh berkaitan dengan pekerja rumah tangga. GERAM meminta adanya perlindungan dan pemenuhan hak pekerja rumah tangga, termasuk kepastian hukum, upah yang layak, serta jam kerja yang manusiawi.
Kedelapan, Aliansi Mahasiswa mendesak demiliterisasi dan penghentian pembangunan batalyon yang dinilai berpotensi memperluas peran militer di ranah sipil. Kesembilan, GERAM meminta penghentian kriminalisasi terhadap aktivis dan pembebasan tahanan politik, termasuk pihak-pihak yang memperjuangkan isu HAM, agraria, buruh, dan kebebasan berekspresi.
Tuntutan terakhir adalah penyitaan seluruh aset yang berasal dari hasil korupsi.
GERAM meminta aset tersebut dikembalikan untuk kepentingan masyarakat, termasuk digunakan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana.
Dengan demikian, Jelang Demo 27 Agustus 2026 besok, konsolidasi Aliansi Mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil terus dilakukan untuk menyampaikan 10 Tuntutan mereka secara langsung di depan Gedung DPR RI.
(Red-PBMI)








