
Demo di kompleks parlemen Kathmandu, Nepal, Selasa (9/9/2025). Foto: Adnan Abidi/REUTERS
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Istri mantan Perdana Menteri Nepal Jhalanath Khanal, Rajyalaxmi Chitrakar, sempat dikabarkan tewas saat kediamannya di Kathmandu dibakar oleh massa yang ricuh. Namun, Chitrakar rupanya masih hidup dan dalam kondisi kritis.
Dikutip dari Kathmandu Post, Sabtu (13/9), pejabat di Rumah Sakit Kirtipur mengatakan bahwa Chitrakar mengalami luka serius saat dibawa ke rumah sakit. Kondisinya stabil, tapi masih kritis.
“Kondisinya kritis dan masih sama saat seperti dia dibawa untuk dirawat,” kata direktur rumah sakit, dr. Kiran Nakarmi.
Chitrakar menderita luka bakar parah ketika massa membakar kediamannya saat dia masih berada di dalam rumah.
Dua orang lainnya juga mengalami luka bakar saat demo dan telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Massa yang ricuh membakar sejumlah gedung, di antaranya kediaman K.P. Sharma Oli yang pada akhirnya mengundurkan diri, kantor kepresidenan, hingga sejumlah kantor media.
Demonstrasi awalnya berlangsung damai. Demonstrasi yang dimotori Gen Z itu menuntut dicabutnya blokir media sosial dan pemberantasan korupsi yang merajalela.
Kehidupan anak-anak pejabat yang mereka sebut “Nepo Kids” atau “Nepo Baby” viral di media sosial dan memicu kemarahan warga Nepal. Mereka menilai gaya hidup mewah yang ditampilkan para anak pejabat berasal dari pajak rakyat dan merupakan hasil korupsi.








