
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Datang jauh dari Kalimantan dan terbang langsung ke Jakarta hanya untuk menghadiri satu acara bisnis bukan keputusan kecil. Namun bagi peserta ini, langkah tersebut adalah komitmen nyata untuk mencari peluang lebih besar. Ia melihat acara Cipta Asset Bersama (CAB) sebagai momentum untuk belajar langsung dari para leader Allstar Miracle, memperluas jaringan bisnis, dan memahami pola kerja yang terbukti mampu membuka masa depan baru.

Bagi Djumin, kehadirannya bukan sekadar mengikuti acara. Ia menyampaikan bahwa motivasinya datang jauh-jauh dari Kalimantan adalah untuk memperluas jaringan bisnis dan membawa pulang seluruh ilmu yang didapatkan agar dapat memberi dampak positif bagi lebih banyak orang di daerah asalnya. Ia percaya bahwa perkembangan bisnis tidak bisa dilakukan sendirian perlu koneksi, pembelajaran, dan lingkungan yang tepat. CAB menjadi wadah yang menurutnya mampu menyediakan itu semua.
Ia melihat bahwa ekosistem Allstar Miracle melalui CAB menawarkan peluang yang terbuka luas bagi siapa pun, termasuk individu dari luar kota yang ingin membangun karier secara serius, dan CAB siap mendukung! Pola kerja yang jelas, sistem mentorship yang terstruktur, serta arah pengembangan yang konkret menjadikan komunitas ini berbeda dibandingkan banyak platform bisnis lain.

Selama mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 3 Desember 2025 di EMPURAU Restaurant, Jakarta Barat, ia merasakan suasana yang hangat, penuh energi kolaborasi, serta materi yang relevan bagi pengembangan diri. Aktivitas bonding, mini games, hingga sesi pembahasan peluang bisnis membuat perjalanan panjangnya terasa sepadan. Ia menilai bahwa CAB memiliki budaya mentorship dan dukungan komunitas yang berbeda karena memberikan arahan yang jelas serta lingkungan yang mendorong pertumbuhan.
Djumin juga memberikan apresiasi terhadap jajaran Leader CAB, yaitu Surianto Lim dan Wong Benny, serta Senior Business Partner Yohanes Chandra yang menjadi pengarah sistem dan pembinaan jangka panjang. Kehadiran pendiri Allstar Miracle, Yulianto Sung dan Indri Suhirman, turut menguatkan keyakinannya bahwa komunitas ini dibangun dengan visi yang serius terhadap pengembangan aset bersama, budaya positif, dan pertumbuhan karier.
Melalui perjalanan panjangnya dari Kalimantan ke Jakarta, nama Djumin kini tampil sebagai contoh nyata individu yang berani mengambil langkah besar demi masa depan. Keputusannya mencerminkan bahwa peluang besar memang layak diperjuangkan bahkan jika jaraknya ratusan kilometer terutama ketika peluang tersebut memiliki potensi untuk mengubah hidup, bukan hanya dirinya, tetapi juga komunitas di sekitarnya.








