
Forum diskusi publik bertajuk "Ngonseb HISTORIA The Series Part.9". FOTO: Henny06/ portalbmi.id
PAMULANG – PORTALBMI.ID – Forum diskusi publik bertajuk “Ngonseb HISTORIA The Series Part.9” telah sukses diselenggarakan, mengangkat tema sentral “Dari Pemuda untuk Bangsa, Bergerak Nyata Bukan Sekadar Narasi”. Acara ini berfokus pada analisis mendalam mengenai perubahan signifikan peran dan kedudukan camat pasca-penerbitan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Diskusi ini dimoderatori oleh Ibnu Kawakib Noor, S.IP, seorang tokoh pemuda dan mantan Ketua KNPI Tangsel, serta menghadirkan narasumber utama: Syaiffudin, SPd, M.Si, yang saat ini menjabat sebagai Camat Serpong, Tangerang Selatan.

Pergeseran Peran Struktural Camat
Dalam pemaparannya, diskusi ini mengelaborasi bagaimana UU No. 23 Tahun 2014 mengubah paradigma peran camat secara fundamental. Dari yang semula diposisikan sebagai kepala wilayah dengan kewenangan otonom di era Orde Baru, kini camat berfungsi sebagai perangkat daerah yang melaksanakan sebagian kewenangan delegasian dari bupati atau wali kota.
“Perubahan ini menimbulkan berbagai implikasi, baik dari sisi kewenangan, fungsi koordinasi, pelayanan publik, maupun hubungan kerja camat dengan pemerintah desa dan kelurahan. Forum ini krusial untuk mengkaji tantangan implementasi dan memperkuat efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kecamatan,” jelas Ibnu Kawakib Noor selaku Ketua KNPI kecamatan Serpong.
Target pembahasan spesifik dalam forum ini meliputi perbandingan peran camat lintas era serta analisis faktor partisipasi aktif masyarakat dalam konteks pembangunan lokal, seperti melalui mekanisme musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

Aksi Nyata Dimulai dari Hal Kecil
Menanggapi tema “Bergerak nyata bukan sekadar narasi”, Bapak Syaiffudin, yang juga dikenal sebagai tokoh pemuda inspiratif, menyampaikan pesan kuat bagi generasi muda di Tangerang Selatan. Beliau menekankan pentingnya mengkonversi ide kritis menjadi kontribusi konkret.
“Aksi nyata bisa dimulai dari langkah kecil, seperti pemilahan sampah dari rumah kita masing-masing. Itu adalah bentuk nyata kepedulian lingkungan,” ujar Pak Syaiffudin (Pak Camat Serpong Tangsel).
Beliau juga menambahkan bahwa anak muda harus bisa kritis, namun juga mampu berkonsentrasi pada pemikiran serta aksi nyata dalam rangka meningkatkan kompetensi diri di Tangerang Selatan.
(Henny06-PBMI)








