
Bandara Internasional King Abdulaziz atau Bandara Jeddah. Foto: twitter/KAIAirport
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Sejumlah penerbangan menuju Jeddah di-cancel imbas serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran. Salah satunya dialami oleh seorang jemaah Umrah asal Indonesia. Dia menceritakan pengalamannya tersebut, padahal sudah transit di Singapura.
“Mohon doanya setengah jam yang lalu Israel menyerang Iran, ini aku masih di Bandara Singapura keberangkatan di-cancel,” demikian kata jemaah tersebut Sabtu (28/2).
Dalam video yang dibagikannya, terlihat sejumlah calon penumpang hanya bisa terduduk di lantai bandara menunggu kepastian penerbangan. Di layar informasi maskapai, terlihat penerbangan menuju Jeddah di-cancel.
“Semuanya pada nunggu di sini,” kata jemaah tersebut.
Penerbangan Lain yang Terdampak
Dikutip dari Reuters, peta penerbangan menunjukkan wilayah udara di atas Iran hampir kosong setelah Israel-AS menyerang Iran.
Israel, Iran, Irak, dan Yordania segera menutup wilayah udara mereka menyusul serangan tersebut. Data dari Flightradar24 menunjukkan pesawat-pesawat komersial kini menghindari area konflik demi keamanan.
Di lapangan, sejumlah penerbangan Qatar Airways yang berangkat pada Sabtu pagi sempat berputar-putar di atas Kuwait atau Arab Saudi sebelum akhirnya kembali ke wilayah udara Qatar dan berputar di lepas pantai Doha.
Serangan Israel-AS
Israel dan AS menyerang Iran pada Sabtu (28). Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan serangan itu untuk menumbangkan rezim Ayatollah Ali Khamenei.
“Israel dan Amerika Serikat meluncurkan kampanye bersama, Operasi Auman Singa (Operation Lion’s Roar). Tujuan dari operasi ini adalah untuk mengakhiri ancaman dari rezim Ayatollah di Iran,” kata Netanyahu dikutip dari Al-Jazeera, Sabtu (28/2).
Menurut Netanyahu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menargetkan fasilitas-fasilitas Garda Revolusi, situs-situs rudal balistik.
Sementara itu, Iran sudah membalas serangan tersebut. Pangkalan militer AS di Bahrain menjadi sasaran dari Iran.







