
Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), R. Gautama Wiranegara, mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. FOTO: Achie06/portalbmi.id
JAKARTA – PORTALBMI.ID – Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), R. Gautama Wiranegara, mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Menurut Gautama, BBM bukan sekadar komoditas energi, melainkan instrumen vital yang memengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi nasional. Ia menilai, gejolak harga BBM akan berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya logistik.
“BBM itu adalah ‘nyawa’ bagi aktivitas ekonomi sehari-hari. Jika harga BBM bergejolak, efek berantainya langsung memukul rakyat kecil. Langkah pemerintah menahan harga merupakan upaya konkret menahan laju inflasi,” ujar Gautama dalam keterangan tertulisnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut tidak lepas dari tantangan global. Fluktuasi harga minyak dunia yang masih berada di kisaran 90 hingga 100 dolar AS per barel dinilai berpotensi memberi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat Indonesia masih bergantung pada impor energi.
Gautama menekankan pentingnya pengelolaan anggaran secara hati-hati agar subsidi energi yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah tepat sasaran. Ia juga mendorong adanya transparansi dan pengawasan publik untuk mencegah kebocoran.
“Kebijakan ini harus dikawal bersama. Subsidi harus benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak, bukan justru bocor ke pihak yang tidak semestinya,” katanya.
Selain aspek ekonomi, Gautama juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika global. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah.
Menurut dia, stabilitas harga BBM turut berperan dalam menjaga kondusivitas nasional serta menciptakan iklim yang mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Ia juga menekankan sejumlah hal penting, antara lain penguatan kemandirian energi melalui pengembangan energi domestik dan terbarukan, menjaga stabilitas keamanan untuk meningkatkan kepercayaan pelaku usaha, serta mendorong politik persatuan agar isu ekonomi tidak dipolitisasi secara berlebihan.
Menutup pernyataannya, Gautama menegaskan bahwa PRIMA akan terus mengawal kebijakan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Ia berharap pemerintah konsisten dalam melakukan reformasi sektor energi guna mewujudkan kedaulatan energi nasional.
“Menjaga harga BBM bukan hanya soal angka di SPBU, tetapi soal menjaga daya tahan ekonomi rakyat. Dengan energi yang terkendali dan persatuan yang kuat, bangsa kita akan tetap tegak di tengah ketidakpastian global,” ujar Gautama.
(Achie06-PBMI)







