
IPB Cirebon menggelar Penandatanganan MoU dan Sosialisasi Program Magang ke Taiwan bersama PT Socare Group International. FOTO: Verry01/portalbmi.id
CIREBON – PORTALBMI.ID – Dalam upaya memperluas jaringan kerja sama internasional serta meningkatkan daya saing mahasiswa di tingkat global, IPB Cirebon menggelar kegiatan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Sosialisasi Program Magang ke Taiwan bersama PT Socare Group International.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis institusi dalam menghadirkan peluang magang internasional, khususnya di sektor hospitality yang mencakup bidang perhotelan dan restoran. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata bagi mahasiswa di lingkungan industri global yang menuntut standar profesional tinggi.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, Dr. Ade Sastrawijaya, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan utama untuk meningkatkan kompetensi global mahasiswa. Kompetensi tersebut mencakup keterampilan teknis, profesionalisme kerja, serta kemampuan komunikasi lintas budaya yang sangat dibutuhkan di era globalisasi.
“Program ini selaras dengan pengembangan kemahasiswaan, khususnya dalam menciptakan lulusan yang memiliki kesesuaian antara keilmuan dan kebutuhan industri,” ujarnya.
CEO PT Socare Group International Verry Lioe, dalam kesempatan yang sama menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM Indonesia di kancah internasional.

“Kami percaya bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di industri global. Melalui program magang ini, kami tidak hanya memberikan kesempatan kerja, tetapi juga membentuk karakter, etos kerja, serta standar profesional bertaraf internasional. Harapannya, para peserta tidak hanya pulang membawa pengalaman, tetapi juga mindset global yang akan menjadi nilai tambah dalam karier mereka ke depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa program ini dirancang secara sistematis mulai dari pembekalan hingga pendampingan selama di Taiwan, sehingga mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik baik secara profesional maupun budaya.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kedisiplinan, kemampuan adaptasi, serta pemahaman terhadap standar pelayanan internasional. Selain itu, pengalaman langsung di luar negeri diyakini dapat membentuk pola pikir yang lebih terbuka dan kompetitif.

Dr. Ade Sastrawijaya, M.Pd. juga menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata implementasi konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri global.
“Mahasiswa akan memperoleh pengalaman langsung di sektor hospitality, khususnya di bidang perhotelan dan restoran, sehingga memiliki kesiapan kerja yang lebih matang,” jelasnya.
Adapun bentuk kerja sama mencakup penempatan mahasiswa magang di berbagai unit industri di bawah jaringan Socare Group. Program ini juga dilengkapi dengan tahapan pembekalan, proses seleksi dan wawancara, pengurusan dokumen, hingga pendampingan selama masa magang berlangsung.
Kegiatan sosialisasi turut memberikan informasi komprehensif mengenai persyaratan peserta, alur pendaftaran, gambaran kondisi kerja dan budaya di Taiwan, serta fasilitas yang akan diterima oleh peserta magang.

Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi, ditandai dengan banyaknya peserta yang hadir dan aktif dalam sesi diskusi. Banyak mahasiswa yang menunjukkan minat besar untuk mengikuti program ini karena dinilai memberikan peluang nyata untuk mendapatkan pengalaman kerja internasional.
Salah satu mahasiswa Program Studi Sastra Inggris menyampaikan bahwa program ini menjadi kesempatan langka untuk mengasah kemampuan bahasa sekaligus mendapatkan pengalaman kerja di luar negeri.
“Ini peluang besar buat kami. Selain meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, kami juga bisa belajar budaya kerja internasional secara langsung,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang mengaku semakin termotivasi untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi.
“Program ini membuka wawasan kami tentang dunia kerja global. Jadi lebih semangat untuk meningkatkan skill dan berani keluar dari zona nyaman,” katanya.

Kaprodi Sastra Inggris, Dr. Juwintan, S.S., M.Hum., menambahkan bahwa mahasiswa dari Program Studi Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris menjadi peserta yang cukup dominan, mengingat kesiapan mereka dalam aspek bahasa yang menunjang kepercayaan diri untuk mengikuti program internasional.
Ke depan, IPB Cirebon berharap program ini dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman internasional dan kesiapan kerja yang kompetitif.
Pengalaman bekerja di luar negeri diharapkan mampu membentuk pola pikir mahasiswa menjadi lebih disiplin, adaptif, dan berwawasan global, sehingga siap bersaing di dunia kerja internasional.
(Red-PBMI)








