
Haul Akbar Perdana Syekh Nurdin yang digelar di Masjid Jami’ Al-Falah, Desa Tekarang, Kabupaten Sambas. FOTO: Firdaus06/PORTALBMI.ID
SAMBAS – PORTALBMI.ID – 28 Dzulqaidah 1447 Hijriah Sekitar 500 jamaah menghadiri pelaksanaan Haul Akbar Perdana Syekh Nurdin yang digelar di Masjid Jami’ Al-Falah, Desa Tekarang, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu malam. Kegiatan yang diinisiasi oleh jamaah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) Khathibiyah Sambas tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa spiritual.
Acara haul menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan dakwah dan perjalanan keilmuan Syekh Nurdin yang membawa ajaran tarekat dari Makkah hingga terus diwariskan kepada masyarakat Sambas sampai hari ini. Jamaah yang hadir berasal dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari petani, nelayan, buruh, pendidik, pegawai hingga para tokoh agama dan pejabat daerah.

Perwakilan Pengurus Yayasan TQN Khathibiyah Sambas, Nurfitriansyah atau yang akrab disapa Ude Moe TQN, dalam sambutannya menyampaikan bahwa haul perdana tersebut merupakan upaya untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya sanad ilmu yang bersambung hingga Rasulullah SAW.
“Haul perdana yang diadakan ini adalah upaya mengingatkan seluruh jamaah TQN Khathibiyah Sambas khususnya dan masyarakat Kabupaten Sambas pada umumnya tentang pentingnya sanad ilmu yang bersambung kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.
Dalam sambutan itu, ia juga mengapresiasi gagasan dan perjuangan Tuan Guru Mursyid Jayadi yang terus menjaga eksistensi majelis zikir dan pengajian tarekat di Sambas. Menurutnya, kegiatan haul memiliki manfaat besar karena semakin banyak masyarakat mengenal perjuangan dan silsilah keilmuan Syekh Nurdin.
Ia menjelaskan bahwa sanad keilmuan TQN Khathibiyah Sambas merupakan estafet ilmu yang bersambung dari Syekh Ahmad Khatib Sambas, diteruskan kepada Syekh Nurdin hingga sampai kepada mursyid saat ini, Tuan Guru Jayadi.

“Menyambung sanad ilmu yang sampai kepada Rasulullah. Silsilah emas estafet keilmuan dari Syekh Ahmad Khatib Sambas turun kepada Syekh Nurdin dan sampai hari ini tongkat estafet kemursyidan berada di tangan Tuan Guru Jayadi,” katanya.
Menurutnya, keberadaan majelis tarekat di Sambas terus berkembang sejak dipimpin oleh Syekh Jayadi atas amanah dari Syekh Sumar agar tarekat tidak lagi disembunyikan dari masyarakat. Sejak sekitar tahun 2011 hingga 2012, majelis zikir mulai dibuka dari rumah ke rumah hingga berkembang ke masjid-masjid di berbagai daerah.
“Terdata sudah sekitar 2.000 sampai 3.000 orang yang pernah bertalqin dan menyambung sanad ilmu kepada beliau,” ujarnya.
Ia menambahkan, amaliah zikir yang diwariskan Syekh Nurdin diyakini mampu membentuk pribadi yang lebih arif, bijaksana, serta terhindar dari penyakit hati seperti ujub dan prasangka buruk.
Acara haul juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Sambas, Camat Tekarang, Ketua MUI Sambas, pengurus Yayasan TQN Khathibiyah Sambas, perangkat Desa Tekarang, serta zuriat dan penjaga makam Syekh Nurdin.

Dalam kesempatan itu, panitia turut menyampaikan apresiasi kepada para donatur, pengurus Masjid Jami’ Al-Falah, para relawan, serta masyarakat Tekarang yang bergotong royong menyiapkan konsumsi dan kebutuhan acara sejak sehari sebelumnya.
Pengurus yayasan berharap kegiatan haul Syekh Nurdin dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari ikhtiar menjaga warisan ulama terdahulu sekaligus memperkuat syiar dakwah Islam di Kabupaten Sambas.
“Kami berharap sinergi antara yayasan, zuriat Syekh Nurdin dan masyarakat Tekarang terus terjalin dalam menjaga makam serta mengenalkan ulama terdahulu agar semakin dikenal luas oleh masyarakat,” tutupnya.
(Firdaus06-PBMI)








