
wisata Pantai Batu Lapak di Desa Jawai Laut Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas,
SAMBAS – PORTALBMI.ID – Kawasan wisata Pantai Batu Lapak di Desa Jawai Laut Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam unggulan berbasis pesisir dan pegunungan. Meski aktivitas pengelolaan wisata saat ini belum berjalan secara aktif, masyarakat masih kerap mengunjungi lokasi tersebut untuk menikmati panorama alam yang memadukan hamparan pantai berbatu, perbukitan hijau dan lautan lepas.
Di kawasan depan Pantai Batu Lapak terdapat sebuah pulau kecil yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama Pulau Pontianak. Penamaan pulau tersebut, menurut cerita turun-temurun warga, berkaitan dengan kisah folklor masyarakat pesisir mengenai keberadaan makhluk halus jenis pontianak atau kuntilanak. Cerita rakyat tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari khazanah budaya lokal yang dikenal masyarakat sekitar.
Dari kawasan Batu Lapak, pengunjung juga dapat menyaksikan bentangan Laut Cina Selatan di sisi kiri kawasan pantai. Dari kejauhan tampak pula kawasan eks wisata Tanjung Batu dengan Bukit Penimbungan yang masih terlihat hijau. Di seberang kawasan tersebut terdapat Pantai Kalang Bau yang menurut cerita masyarakat pernah menjadi bagian dari kawasan pertahanan pada masa kolonial Belanda dan Jepang. Lanskap alam yang masih asri itu dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembangan wisata berbasis alam dan sejarah lokal.

Salah seorang tokoh masyarakat Ramayadi, Harun, mengaku berharap kawasan wisata Batu Lapak dapat kembali diaktifkan dan dikelola secara lebih profesional. Pensiunan guru tersebut menilai pengembangan kawasan wisata berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan desa maupun daerah.
Hal tersebut disampaikan Harun saat menerima kunjungan Ketua DPC Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Sambas, Radiman Lah, yang didampingi Sekretaris GWI Sambas, Ilman Mushahar, beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan itu, keduanya turut meninjau sejumlah titik kawasan Batu Lapak serta mendokumentasikan kondisi lokasi wisata.
Harun juga mengajak rombongan berkeliling melihat area perbukitan dan hamparan pantai pasir yang dipenuhi bebatuan tua di sepanjang pesisir. Menurutnya, kawasan tersebut masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan apabila mendapat dukungan pengelolaan yang tepat dan melibatkan pihak yang memiliki pengalaman di bidang pariwisata.
“Melalui Ketua DPC GWI Sambas Pak Radiman Lah, saya selaku masyarakat setempat membuka peluang kerja sama untuk memajukan wisata Batu Lapak agar dapat dikelola secara profesional sehingga memberikan manfaat bersama,” ujar Harun.

Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Sambas, khususnya instansi yang membidangi sektor pariwisata, dapat memberikan perhatian dan dukungan terhadap pengembangan kawasan wisata Batu Lapak Ramayadi di masa mendatang.
Sementara itu, Radiman Lah menilai kondisi alam di kawasan Batu Lapak masih sangat baik dan memiliki daya tarik wisata yang kuat. Menurutnya, udara di kawasan tersebut masih segar dengan panorama alam yang memadukan wilayah pesisir, perbukitan dan aktivitas nelayan tradisional.
Ia menyebut terdapat pula sejumlah titik potensial untuk aktivitas wisata minat khusus seperti memancing di sekitar Pulau Pontianak yang berada tepat di depan kawasan pantai. Selain itu, deretan perahu nelayan tradisional yang tambat di kawasan pesisir dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang menyukai suasana alami khas kampung pesisir.
“Daerah wisata Batu Lapak ini masih sangat layak dikembangkan karena memiliki perpaduan panorama pesisir dan pegunungan yang jarang ditemukan di tempat lain,” ungkap Radiman Lah.
Menurutnya, apabila dikelola dengan konsep manajemen pariwisata yang profesional dan didukung kerja sama dengan investor yang berpengalaman di sektor wisata alam, Pantai Batu Lapak Ramayadi berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sambas.
9Aep05-PBMI)








