
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Manto, M.Si., FOTO: Aef05/PORTALBMI.ID
PONTIANAK – PORTALBMI.ID – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Display Promosi Pangan Lokal dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 H dan memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal secara berkelanjutan yang dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat pada Senin (25/05/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam menjaga keterjangkauan harga pangan, memperkuat stabilisasi pasokan pangan daerah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan lokal berbasis sumber daya daerah (sebagai implementasi dari Peraturan Presiden No. 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas RI, Koordinator Sub Komisi Pemajuan HAM Komnas HAM RI, Ibu Dr. Atnike Nova Sigiro, M.Sc, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Drs. Manto, M.Si. beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Ketahanan Pangan Ibu Sri Inayati, S.KM, Kepala Kantor Sekretariat Komnas HAM Provinsi Kalimantan Barat Ibu Nelly Yusnita, S.Hut., M.M.; Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kalimantan Barat beserta jajaran; Ketua Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Barat beserta jajaran; pimpinan lembaga perbankan dan BUMN; serta para pimpinan instansi dan mitra kerja terkait.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Manto, M.Si., menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media promosi dan edukasi terhadap keberagaman pangan lokal Kalimantan Barat yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Selanjutnya, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang terus konsisten menghadirkan program stabilisasi pangan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
Pada kesempatan tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Barat juga menyampaikan dukungannya terhadap penyebarluasan informasi publik terkait program ketahanan pangan dan stabilisasi harga pangan kepada masyarakat.
KPID Kalbar menegaskan akan terus mendukung dan menyiarkan berbagai informasi publik sesuai tugas dan fungsi kelembagaan, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar, edukatif, dan bermanfaat terkait program-program pemerintah, khususnya di bidang pangan dan pelayanan publik.
Sementara itu, Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Barat menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik dalam pelaksanaan pelayanan masyarakat. Disampaikan bahwa informasi kegiatan dan layanan pangan perlu tersebar secara luas melalui berbagai saluran informasi sebagai implementasi, mendorong penguatan inovasi penyelenggaraan layanan dengan memperhatikan perlindungan data pribadi masyarakat, khususnya dalam penggunaan identitas kependudukan pada proses penyaluran bantuan maupun layanan publik lainnya.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan Standar Norma dan Pengaturan (SNP) Nomor 16 tentang Hak Atas Pangan dari Komnas HAM RI kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan hak masyarakat atas pangan yang layak dan terjangkau.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan pemotongan tumpeng pangan lokal sebagai simbol rasa syukur dan komitmen bersama dalam mendukung kedaulatan pangan daerah dilanjutkan dengan pelayanan simbolis Gerakan Pangan Murah kepada masyarakat.

Rangkaian acara berikutnya yaitu kunjungan ke stand bazar Gerakan Pangan Murah dan Gelar Pangan Lokal yang menampilkan beragam produk pangan lokal unggulan Kalimantan Barat sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman dan potensi pangan daerah.
Para tamu undangan kemudian melanjutkan kunjungan ke Kebun Edukasi “Kenali Pangan Asik”, sebuah inovasi edukasi pangan lokal berbasis digital yang dikembangkan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat. “KENALI PANGAN ASIK”.
Konsep “Kenali Pangan Asik” diharapkan mampu meningkatkan literasi pangan masyarakat, memperkuat kesadaran terhadap pentingnya pangan lokal, serta mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Selain itu, para tamu undangan turut melaksanakan panen bersama berbagai komoditas tanaman pekarangan di Kebun “Kenali Pangan Asik”, antara lain jagung manis, cabai, terong, labu air, kangkung, bayam, timun, serta berbagai jenis sayuran lainnya yang menjadi simbol nyata pemanfaatan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap Gerakan Pangan Murah dan promosi pangan lokal dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
(Aef05-PBMI)








