
Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI) berfoto bersama perwakilan dari KDEI Taipei. (Sumber Foto : KDEI)
TAIPEI – PORTALBMI.ID – Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI) berhasil menarik perhatian pelaku industri animasi dan digital Taiwan yang melihat potensi besar industri kreatif digital Indonesia untuk berkembang di pasar global, bukti Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di sektor teknologi dan informasi, tulis keterangan rilis pers Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.
Hadir dalam COMPUTEX 2026 dan pameran inovasi InnoVEX 2026 berlangsung di Taipei, Taiwan dengan tema “AI Together” yang diselenggarakan pada 2 – 5 Juni 2026 bertempat di Taipei Nangang Exhibition Center (Hall 1 dan Hall 2) Taiwan World Trade Center (TWTC), dan Taipei International Convention Center (TICC), Ketua Umum Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI), Hendri Andrigo Sutanto, diundang secara khusus oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA).
Hendri, dalam wawancara bersama CNA pada Kamis (4/6) mengatakan bahwa industri game dan konten digital Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang semakin kuat serta siap menjalin kemitraan strategis dengan pelaku industri digital dari berbagai negara.
“Indonesia memiliki talenta-talenta kreatif yang mampu menghasilkan produk game dan konten digital berkualitas. Kami optimistis kolaborasi internasional akan semakin membuka peluang bagi pengembangan industri digital Indonesia di pasar global,” ujar Hendri yang telah diundang TAITRA selama 5 kali berturut-turut ini.
Peluang kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Taiwan, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ekosistem teknologi informasi Indonesia, khususnya di bidang game, animasi, dan konten digital, tambah Hendri yang juga menjabat sebagai ketua dewan pengurus Intelectual Property (IP) Indonesia.

“Kami membawa para pengusaha IP yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS). Ini adalah asosiasi pengusaha IP nasional. Kami sebanyak 35 orang datang ke Taiwan dalam rangka memenuhi undangan TAITRA untuk berkunjung di kegiatan COMPUTEX 2026 dan pameran inovasi InnoVEX 2026,” ujar Hendri.
Menurut Hendri, pihaknya pada tahun ini berkesempatan untuk bekerja sama dengan 2 organisasi di Taiwan dan sudah merancangkan MoU-nya. Dua organisasi tersebut antara lain studio Animation and Visual Effects Association (AVA) dan asosiasi pemilik Intelektual Property.
Sebelumnya, Hendri menjelaskan, kunjungan pada tahun lalu ke Taiwan juga membuahkan hasil dengan adanya kunjungan balik dari Animation and Visual Effects Association ke Jakarta.
“Perjanjian MoU kami difasilitasi oleh TAITRA. Sudah banyak di Indonesia asosiasi IP yang bertujuan kerja sama untuk bertukar produk dari Indonesia ke Taiwan. Tak hanya produk, bisa juga pengetahuan yang didapat. Harapan kami, investor dari Taiwan ini mereka bisa berinvestasi membuka studio dan investasi di Indonesia,” lanjut Hendri.
Sementara itu, menurut keterangan KDEI Taipei, melalui Bidang Perdagangan turut mengapresiasi terjalinnya kolaborasi antara AGKDI dan pelaku industri animasi serta digital Taiwan. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan kerjasama beberapa pihak terkait yang akan menjadi landasan pengembangan kemitraan dan kolaborasi strategis dalam beberapa tahun ke depan bersama asosiasi dan pemangku kepentingan terkait.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat perkembangan informasi dan digital Indonesia, sekaligus membuka transfer pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, serta akses pasar yang lebih luas bagi industri game dan konten digital Indonesia.
(Red-PBMI)








