
DP3AP2KB Kabupaten Lebak menggelar pelatihan bagi Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kantor Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Rabu (9/7/26). FOTO: Achie06/PORTALBMI.ID
LEBAK – PORTALBMI.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak menggelar pelatihan bagi Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kantor Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Rabu (9/7/26).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader dalam mencegah stunting melalui edukasi gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal.
Pelatihan diikuti kader DASHAT dari empat kecamatan, yakni Cibadak, Rangkasbitung, Kalanganyar, dan Warunggunung. Peserta berasal dari kader DASHAT, Ketua PKK desa, bidan desa, ahli gizi, serta Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB).
Kepala Bidang DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Hj.Tuti Nurhasanah, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membekali kader agar mampu menjadi agen edukasi di masyarakat mengenai penyajian makanan bergizi bagi keluarga.
“Tujuan utamanya agar kader memiliki bekal untuk mengedukasi masyarakat bagaimana menyajikan menu terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, sekaligus mengolah bahan pangan lokal menjadi menu dengan gizi seimbang,” ujarnya.
Menurutnya, pemenuhan gizi keluarga tidak harus bergantung pada bahan makanan mahal. Berbagai bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat dapat diolah menjadi menu bergizi apabila diproses dengan benar.
Ia menekankan bahwa pencegahan stunting bukan hanya ditentukan oleh jenis makanan, tetapi juga cara pengolahannya. Kesalahan dalam memotong maupun memasak makanan dapat mengurangi kandungan gizi yang sebenarnya sangat dibutuhkan anak.
Selain aspek gizi, Hj. Tuti juga mengingatkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk sanitasi lingkungan, ketersediaan jamban layak, serta akses air bersih sebagai faktor penting dalam mencegah stunting di tingkat keluarga.
“Harapan kami, masyarakat mampu melakukan pencegahan stunting secara mandiri. Bukan hanya pemerintah yang bergerak, tetapi masyarakat juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kesehatan keluarganya,” katanya.
Ia menjelaskan program tersebut merupakan kegiatan DP3AP2KB yang didukung Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dalam pelaksanaannya, DP3AP2KB menggandeng berbagai mitra, di antaranya APJI, IPKB, pemerintah daerah, serta membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR).
Persiapan kegiatan telah dilakukan selama dua bulan dengan mekanisme swakelola tipe IV agar masyarakat lebih fleksibel dalam memanfaatkan anggaran negara untuk pengolahan pangan lokal.
Hj.Tuti mengungkapkan, program serupa sebelumnya telah dilaksanakan di 93 desa pada tahun 2023. Tahun ini cakupannya diperluas menjadi 105 desa yang tersebar di seluruh 28 kecamatan di Kabupaten Lebak.
“Lebak kami bagi menjadi tujuh wilayah pelaksanaan. Roadshow bersama APJI akan berlangsung hingga 16 Juli mendatang agar seluruh kecamatan dapat tersentuh program ini,” ujarnya.
Sementara itu, pendamping kegiatan dari DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Silfi Utami Priantina, mengatakan pelatihan difokuskan pada peningkatan kapasitas kader DASHAT agar mampu menjalankan program secara efektif di lapangan.
“Kader dibekali pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan stunting melalui edukasi gizi seimbang, pengolahan makanan bergizi berbasis pangan lokal, serta pendampingan kepada keluarga berisiko stunting,” katanya.

Menurut Silfi, antusiasme peserta sangat tinggi. Setelah mengikuti pelatihan, para kader akan melakukan praktik memasak sekaligus memberikan edukasi langsung kepada keluarga berisiko stunting di Kampung KB masing-masing.
Ketua DPD APJI Provinsi Banten, Moh. Furqon, menegaskan kesiapan organisasinya mendukung penuh program tersebut melalui kegiatan roadshow pelatihan DASHAT di berbagai wilayah Kabupaten Lebak.
“APJI siap mendukung roadshow bersama DP3AP2KB dalam program pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas gizi masyarakat,” katanya.
Camat Cibadak, Endang Subrata, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang menjadikan Kecamatan Cibadak sebagai tuan rumah bagi empat kecamatan.
Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan bekal pengetahuan sekaligus praktik langsung mengenai teknik penyajian makanan sehat, mulai dari persiapan peralatan hingga metode memasak yang benar.
“Dengan ilmu yang diperoleh hari ini, kami berharap para kader dapat menerapkannya di wilayah masing-masing dan menyebarluaskannya kepada masyarakat sehingga mampu mempercepat penurunan angka stunting,” ujarnya.
Pada sesi praktik, Chef Fauzul Akbar dari DPC APJI Kabupaten Lebak memperkenalkan berbagai olahan berbahan dasar ikan nila sebagai menu pangan lokal untuk pencegahan stunting.
Ia menjelaskan ikan nila dipilih karena mudah diperoleh di Kabupaten Lebak, memiliki kandungan protein hewani yang baik, serta dapat diolah menjadi berbagai menu bergizi dengan biaya terjangkau.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa pangan lokal seperti ikan nila dapat menjadi sumber gizi yang baik untuk mencegah stunting tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Harapannya angka stunting di Kabupaten Lebak terus menurun,” katanya.
(Achie06-PBMI)







