
DP3AP2KB Kabupaten Lebak bersama DPD APJI Provinsi Banten menuntaskan rangkaian roadshow edukasi pencegahan stunting yang digelar di tujuh zona dan menjangkau seluruh 28 kecamatan di Kabupaten Lebak. FOTO: Achie06/PORTALBMI.ID
LEBAK – PORTALBMI.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak bersama DPD Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Provinsi Banten menuntaskan rangkaian roadshow edukasi pencegahan stunting yang digelar di tujuh zona dan menjangkau seluruh 28 kecamatan di Kabupaten Lebak. Kegiatan penutup berlangsung di Kecamatan Cileles dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Hj. Tuti Nur’asiah, Am.Keb., SKM., KM, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema edukasi pengolahan pangan lokal menjadi menu terstandar gizi seimbang sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting.
Menurutnya, para kader memperoleh tiga materi utama, yakni pencegahan stunting, pengolahan bahan pangan lokal menjadi menu bergizi seimbang, serta pendampingan keluarga berisiko stunting.
“Harapannya setelah mengikuti pembekalan, para kader langsung menerapkan ilmunya di wilayah masing-masing. Setiap kader akan melaksanakan lima kali kegiatan pendampingan dengan sasaran 10 keluarga pada setiap kegiatan. Artinya, satu kader dapat mendampingi sekitar 50 keluarga agar memperoleh edukasi dan praktik langsung mengenai pemenuhan gizi keluarga menggunakan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh,” ujar Hj.Tuti.

Ia menjelaskan, roadshow dilaksanakan di tujuh titik, yakni Kecamatan Cibadak, Malingping, Bayah, Curugbitung, Cipanas, Cimarga, dan terakhir wilayah Gunung Kencana yang dipusatkan di Kecamatan Cileles. Seluruh 28 kecamatan di Kabupaten Lebak terfasilitasi dalam kegiatan tersebut.
Sebanyak 105 tim yang masing-masing terdiri atas tujuh personel mengikuti pelatihan tersebut, sehingga jumlah peserta mencapai ratusan orang.
Hj.Tuti mengapresiasi kolaborasi dengan APJI Banten yang dinilai memberikan nilai tambah bagi para kader melalui pelatihan langsung dari nutrisionis dan chef profesional.
“Para kader tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik mulai dari memilih bahan, membersihkan, memotong, mengolah, menyajikan makanan hingga penanganan limbah. Bahkan cara penyajian yang menarik juga diajarkan agar anak lebih tertarik mengonsumsi makanan bergizi,” katanya.
Ia berharap pendekatan tersebut mampu meningkatkan efektivitas edukasi sehingga berdampak nyata terhadap penurunan angka stunting di Kabupaten Lebak.
Ketua DPD APJI Provinsi Banten, Moh. Furqon, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting.
Menurutnya, APJI tidak hanya memberikan pelatihan memasak, tetapi juga membuka ruang konsultasi terkait pengembangan menu sehat, keamanan pangan, hingga pembinaan pelaku UMKM kuliner.
“Program ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap program pemerintah. Kami siap memberikan pendampingan, konsultasi, serta berbagi ilmu mengenai pengolahan makanan yang sehat, higienis, dan bernilai gizi seimbang. Kami juga membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk berkembang bersama APJI,” ujar Furqon.

Sementara itu, Camat Cileles Tatang Supriatna, S.Pd menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap program serupa terus berlanjut karena dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka benar-benar membutuhkan ilmu seperti ini. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diteruskan kepada keluarga- keluarga berisiko stunting hingga mampu menciptakan keluarga yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi,” katanya.
Chef Fauzul Akbar dari DPC APJI Kabupaten Lebak mengatakan rangkaian sosialisasi berjalan lancar di seluruh titik pelaksanaan.
Menurutnya, materi mengenai pengolahan pangan lokal mendapat respons positif dari peserta yang sebagian besar merupakan pelaku usaha maupun kader masyarakat.
“Kami bersyukur seluruh kegiatan di tujuh titik berjalan lancar. Antusiasme peserta sangat tinggi dan mereka aktif mengikuti materi yang disampaikan. Kami berharap kolaborasi APJI bersama DP3AP2KB terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan jangkauan yang lebih luas sehingga upaya pencegahan stunting semakin optimal,” ujar Fauzul.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, APJI, dan para kader di lapangan, program edukasi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal, peningkatan pengetahuan keluarga, serta pendampingan berkelanjutan hingga tingkat rumah tangga.
(Achie06-PBMI)







