
Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Status Level III (Siaga) dengan erupsi menerus. FOTO: PORTALBMI.ID
LAMPUNG – PORTALBMI.ID – Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Status Level III (Siaga) dengan erupsi menerus, namun pertumbuhan tubuh gunung yang relatif kecil membuat potensi tsunaminya dinilai kecil dan tidak seperti kejadian tahun 2018.
Kondisi Erupsi TerkiniAktivitas Vulkanik: Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus yang menyerupai lava fountain (lava air mancur) disertai suara gemuruh dan getaran yang terdengar hingga sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, dan Lampung.
Status Kesepakatan: Berdasarkan evaluasi Badan Geologi, status aktivitasnya tetap berada di Level III (Siaga).
Potensi Tsunami

Perbandingan dengan 2018: Pada tahun 2018, tinggi Gunung Anak Krakatau mencapai 338 meter sebelum akhirnya runtuh dan memicu tsunami di Selat Sunda.
Kondisi Badan Gunung Saat Ini: Tinggi tubuh gunung pasca-erupsi dan pertumbuhan kembali saat ini masih sekitar 157 meter.
Analisis Ahli: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa massa dan volume tubuh gunung yang terbentuk kembali saat ini masih relatif kecil dan belum berpotensi mengalami keruntuhan besar yang mampu memicu tsunami seperti pada tahun 2018.
Erupsi yang terjadi tidak otomatis menimbulkan tsunami.
Imbauan dan Mitigasi
Radius Aman: Masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki dilarang mendekati dan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas kawah aktif.
Tetap Tenang: Warga di pesisir Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, dan tidak mudah terpancing oleh isu atau berita yang belum terverifikasi.
Selalu pantau informasi resmi dan ikuti arahan dari PVMBG, Magma Indonesia, BMKG, atau BPBD setempat.
(Red-PBMI)








