
Kegiatan bertema “Tingkatkan Kompetensi, Wujudkan Chef Profesional untuk Dapur yang Berkualitas” tersebut menjadi agenda perdana APJI DPD Banten periode 2026-2031. FOTO: Achie06/PORTALBMI.ID
LEBAK – PORTALBMI.ID – Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) DPD Banten bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Mutu Wisata menggelar pelatihan sekaligus uji kompetensi Chef De Partie (CDP) di Hotel Maris Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan bertema “Tingkatkan Kompetensi, Wujudkan Chef Profesional untuk Dapur yang Berkualitas” tersebut menjadi agenda perdana APJI DPD Banten periode 2026-2031.
Pelatihan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Sebanyak 19 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Sekitar 90 persen di antaranya merupakan tenaga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Para peserta berasal dari sejumlah wilayah di Banten, di antaranya Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Kabupaten Serang. Sementara peserta lainnya berasal dari sektor restoran dan jasa boga atau katering.

Ketua DPD APJI Provinsi Banten, Moh. Furqon, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi tenaga pengolah makanan, khususnya para koki yang bekerja di dapur SPPG.
“Alhamdulillah, kegiatan Chef De Partie ini menjadi kegiatan perdana APJI Banten periode 2026-2031. Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak positif dan manfaat bagi koki-koki SPPG supaya lebih berkompetensi dan bekerja lebih baik,” ujar Furqon.
Menurut dia, peningkatan kompetensi tenaga dapur SPPG pada akhirnya diharapkan berdampak terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Output-nya adalah kepada penerima manfaat dari dapur-dapur MBG di Banten. Khususnya akan lebih baik dan lebih menghindari risiko keracunan sehingga makanan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat penerima manfaat,” katanya.
Materi pelatihan mencakup teknik dasar dapur, manajemen stasiun kerja, higiene dan sanitasi, keamanan pangan, pengendalian mutu, hingga persiapan menghadapi uji kompetensi.
Peserta juga mengikuti uji sertifikasi kompetensi Chef De Partie. Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh Sertifikat Kompetensi BNSP.
Asesor dari LSP, Chef Adit, mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi tersebut. Ia mengatakan kegiatan itu tidak hanya memberikan pembekalan, tetapi juga menguji kompetensi peserta sesuai standar yang ditetapkan.
“Terima kasih untuk penyelenggara APJI DPD Banten. Hari ini kita telah melaksanakan kegiatan pelatihan sekaligus uji sertifikasi kompetensi tingkat Chef De Partie. Mudah-mudahan dari pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi dan mewujudkan chef yang profesional untuk dapur yang berkualitas,” ujar Chef Adit.
Sementara itu, Chef Fauzul Akbar dari APJI DPC Lebak menilai pelatihan tersebut relevan dengan kebutuhan tenaga dapur SPPG yang saat ini memiliki peran penting dalam pelaksanaan Program MBG.
Menurut dia, tenaga dapur tidak hanya dituntut mampu menghasilkan makanan yang lezat, tetapi juga harus memastikan makanan aman, bergizi, dan layak dikonsumsi.
“Di tengah maraknya pemberitaan mengenai kasus keracunan pangan di berbagai daerah, APJI DPD Banten telah mengambil langkah yang cepat, tepat, dan nyata dengan menyelenggarakan pelatihan serta sertifikasi bagi para chef dan tenaga pengolah makanan,” kata Akbar.

Ia menekankan pentingnya pemahaman mengenai keamanan pangan, higiene, sanitasi, serta standar operasional kerja bagi tenaga yang terlibat dalam pengolahan makanan.
Selain keterampilan teknis memasak, kata dia, peserta juga dibekali pemahaman mengenai manajemen dapur, pengendalian mutu, kerja sama tim, dan penerapan prinsip food safety.
“Seorang chef tidak hanya dituntut mampu menghasilkan makanan yang enak, tetapi juga harus mampu menjamin makanan yang aman, bergizi, dan layak dikonsumsi,” ujarnya.
Furqon menambahkan, APJI DPD Banten berencana kembali menggelar pelatihan Chef de Partie pada batch berikutnya di Kota Serang.
Ia mengajak para chef, koki SPPG, tenaga katering, maupun pekerja di sektor jasa boga untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Insya Allah akan ada batch kedua di Kota Serang dalam waktu dekat. Teman-teman chef, koki SPPG, maupun yang bergerak di bidang makanan dan katering silakan bergabung dengan APJI,” kata Furqon.
Menurut dia, keunggulan kegiatan APJI tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Peserta juga dapat berkomunikasi dengan para narasumber setelah kegiatan selesai.
“Setelah mengikuti pelatihan, peserta tetap bisa berkomunikasi dengan para narasumber. Narasumber APJI terdiri dari chef-chef profesional dan asesor yang cukup banyak. Jadi, setelah pelatihan pun kami akan memberikan arahan apabila ada pertanyaan dari teman-teman yang sudah mengikuti kegiatan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dipandu Chef Akbar dan Chef Edi serta mendapat dukungan dari Rumah Pangan, Dapoer Indah, Lunarasa, dan Salsa Aqiqah.
APJI DPD Banten berharap program pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini dapat menjadi langkah awal dalam mencetak lebih banyak tenaga dapur profesional sekaligus memperkuat standar keamanan pangan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Program MBG di Banten.
(Achie06-PBMI)








