
CIREBON – PORTALBMI.ID – Aksi tawuran nyaris pecah di Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Selasa (29/9/2026) sore. Berkat respons cepat Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon, potensi kekerasan massal berhasil digagalkan sebelum menimbulkan korban.
Informasi dari warga yang gusar segera ditindaklanjuti. Tim yang dipimpin Kasat Samapta Polresta Cirebon Kompol Endang Sujana, S.H., M.M., bergerak menuju Jalan Raya Winong KM 20 titik di depan kantor Basarnas yang sempat disebut-sebut sebagai lokasi pertemuan. Meski sebagian kelompok pembawa masalah sudah bubar, petugas tetap melakukan penyisiran hingga jalan persawahan untuk mencegah kembalinya aksi berbahaya itu.
Hasil penyisiran mengungkap indikasi keterlibatan anak di bawah umur. Polisi menahan lima pemuda yang diduga menunggu kelompok lawan: MFE (16), D (18), AP (15), HN (14), dan F (15). Saat diperiksa, petugas menemukan dua bilah celurit kecil bukti nyata niat melukai bersama satu unit sepeda motor, tiga ponsel, dan sebuah jaket merah bertuliskan “PERJUANGAN WNG”.
Kelima remaja berusaha melarikan diri saat ditangkap, namun pengejaran cepat petugas membuat upaya kabur itu gagal. Mereka kini dibawa ke Mako Polresta Cirebon untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menegaskan bahwa kehadiran patroli bukan sekadar rutinitas simbolis, melainkan langkah preventif nyata untuk mengekang kekerasan remaja yang bisa meresahkan warga. “Kami terus meningkatkan patroli dan merespons cepat setiap informasi dari masyarakat terkait potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Imara juga mendesak peran aktif orang tua dan masyarakat untuk mengawasi aktivitas anak-anak dan segera melapor ketika mendeteksi tanda-tanda tawuran.
Kejadian ini kembali menyorot masalah serius: mudahnya akses senjata tajam oleh pelajar dan kecenderungan kekerasan kelompok muda yang mengancam ketenteraman publik. Polresta Cirebon menyatakan akan memperketat patroli di titik rawan dan meminta warga tidak ragu melapor ke Call Center 110 Polri.
Tindakan cepat polisi pantas diapresiasi, namun pertanyaan penting tetap terbuka sampai kapan anak-anak dan remaja di Cirebon dibiarkan terpapar budaya kekerasan jalanan? Kegentingan ini butuh solusi tuntas: penegakan hukum, pengawasan orang tua, dan program pencegahan yang nyata agar teori pencegahan bukan sekadar retorika.
(Imam06-PBMI)








