
TEBAS – PORTALBMI.ID – Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Personil Polsek Tebas Aiptu Edi Suprihatin dan Briptu Wendra melaksanakan kegiatan patroli cipta kondisi di sejumlah lokasi rawan tongkrongan remaja di Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas, Sabtu malam (10/10).
Yang mana dalam kegiatan tersebut, Personil Polsek Tebas menyambangi para remaja yang sedang nongkrong di sejumlah tempat dan warung-warung sekaligus menghimbau para remaja tersebut agar jauhi narkoba, jangan menggunakan knalpot brong, tidak tawuran dan balap liar serta tidak nongkrong sampai lewat tengah malam.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya potensi gangguan kamtibmas di malam hari dan dengan hadirnya personel POLRI dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Tebas IPTU Eko Zaenudin, S.A.P., M.H menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, serta dapat memberikan edukasi terhadap para anak remaja di Kecamatan Tebas, sehingga tidak melakukan kenakalan remaja ataupun tindakan yang dapat melanggar hukum.

Kapolsek juga menjelaskan tidak hanya melalui peran para remaja, dukungan seluruh lapisan masyarakat dalam membantu tugas kepolisian sangat diharapkan dalam harkamtibmas, karena dengan menjaga kamtibmas tugas polisi sudah sangat terbantu, apabila ada permasalahan silakan hubungi dan melapor ke Polsek Tebas atau Call Center 110, imbuhnya.
Personel kami juga memperkenalkan tagline baru POLRI yakni “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai penegasan arah pengabdian yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas Kepolisian. Tagline ini bukan sekadar identitas komunikasi, tetapi semangat untuk hadir lebih dekat, mendengar suara masyarakat, memberikan pelayanan terbaik, melindungi, menegakkan hukum secara berkeadilan, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, tambah Kapolsek.
Kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian dari budaya kerja seluruh anggota Polri. Kritik dan masukan masyarakat menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas, tutupnya.
(Aep05-PBMI)








