
PSSI Pandeglang menggelar Piala Soeratin Regional Pandeglang 2026 untuk kelompok usia U-13 dan U-15. FOTO: Gofur06/PORTALBMI.ID
PANDEGLANG – PORTALBMI.ID – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pandeglang menggelar Piala Soeratin Regional Pandeglang 2026 untuk kelompok usia U-13 dan U-15. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan sekaligus pencarian bibit pesepak bola muda potensial dari Kabupaten Pandeglang.
Piala Soeratin Regional Pandeglang 2026 digelar di Stadion Berkah Pandeglang pada 12-13 September 2026. Kompetisi U-13 diikuti delapan tim, sedangkan kategori U-15 diikuti 10 Sekolah Sepak Bola (SSB) dari Kabupaten Pandeglang.
Ketua Panitia Piala Soeratin U-13 dan U-15 Pandeglang 2026, Firmansyah, mengatakan pelaksanaan turnamen mendapat antusiasme dari SSB di Kabupaten Pandeglang.
“Untuk U-13 ada delapan peserta dari Kabupaten Pandeglang, sedangkan U-15 ada 10 SSB dari Kabupaten Pandeglang,” kata Firmansyah.
Ia mengatakan, pertandingan kategori U-13 telah selesai digelar dengan SSB Labuan keluar sebagai juara pertama, sementara Pandeglang Jaya menempati posisi kedua.
“Alhamdulillah, pelaksanaan U-13 sudah diselenggarakan. Juara pertama SSB Labuan dan juara kedua Pandeglang Jaya. Hari ini pelaksanaan U-15 berlangsung sampai sore,” ujarnya.
Piala Soeratin merupakan kompetisi resmi PSSI yang menjadi salah satu wadah pembinaan pemain usia muda. Para pemain yang menunjukkan kemampuan terbaik berpeluang melanjutkan kompetisi ke jenjang yang lebih tinggi.
Ketua PSSI Pandeglang periode 2026-2030, Ayatullah Ujadidin, mengatakan pihaknya ingin membangun pembinaan sepak bola yang lebih terarah di setiap kelompok umur.
Menurut dia, visi PSSI Pandeglang ke depan adalah meningkatkan prestasi sepak bola Pandeglang, mulai dari kelompok usia muda hingga senior.
“Kami ingin sepak bola Pandeglang bisa mencapai prestasi sebaik mungkin di setiap kelompok umur. Pembinaan usia muda harus berjalan dengan baik sehingga kita bisa berprestasi di tingkat regional, provinsi maupun nasional,” kata Ayatullah.
Ia juga menilai Pandeglang perlu memiliki pola pembinaan dan gaya bermain yang sesuai dengan karakter pemain daerah.
“Kami akan mencoba menjadikan kelemahan yang ada menjadi kekuatan sehingga bisa bersaing dengan kabupaten dan kota lain di Banten maupun di tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan dan Olahraga Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang, Suhaidi, mengapresiasi penyelenggaraan Piala Soeratin tersebut.
Menurut dia, kegiatan itu merupakan bagian dari sinergi antara PSSI Pusat, Asprov PSSI Banten, Askab PSSI Pandeglang dan pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan sepak bola usia muda.
“Juara pertama di tingkat regional Pandeglang nantinya berhak mewakili Pandeglang ke tingkat provinsi,” kata Suhaidi.
Ia berharap pembinaan sepak bola usia muda di Pandeglang dapat terus berlanjut hingga tingkat provinsi dan nasional. Dengan demikian, talenta-talenta muda yang muncul dari kompetisi tersebut dapat memperoleh kesempatan untuk berkembang lebih jauh.
Suhaidi juga berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan PSSI dapat semakin diperkuat sehingga pembinaan atlet muda berlangsung secara berkelanjutan.
“Semoga kegiatan ini ke depan bisa terus berkolaborasi antara Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang dengan PSSI, sehingga melahirkan bibit-bibit atlet yang andal dan potensial,” ujarnya.
Penyelenggaraan Piala Soeratin Regional Pandeglang 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi.
Turnamen tersebut diharapkan menjadi tahap awal bagi pemain muda Pandeglang untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan membuka peluang menuju kompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.
(Gofur06-PBMI)








