
PONTIANAK – PORTALBMI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-46 Tahun 2026, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar aksi nyata melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), Gelar Pangan Lokal, Panen Produk Display Pangan Lokal, Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA), seta Lomba Video Animasi bertema Stop Boros Pangan dan Pangan B2SA pada tanggal 13 Oktober 2026 yang berlangsung di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar.

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-46 Tahun 2026 dan Gerakan Pangan Murah (GPM) dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Erlina Ria Norsan. Dalam sambutannya, Erlina Ria Norsan menyampaikan apresisasi kepada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar beserta seluruh pihak yang telah bersinergi menyelenggarakan kegiatan ini.
“Ketahanan pangan bukan semata-mata persoalan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga menyangkut keterjangkauan harga, kualitas gizi, keamanan pangan, pola konsumsi, dan kemampuan keluarga mengelola sumber daya pangan secara bijaksana” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Erlina Ria Norsan.
Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Dinas Ketahanan Pangan menyediakan pasokan beras dalam jumlah besar, yakni hampir mencapai 10 ton beras kualitas premium dan medium, guna mengendalikan laju inflasi daerah serta menjaga daya beli masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Manto menyampaikan bahwa penyelenggaraan GPM di momen Hari Pangan Sedunia ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sembako murah, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran publik.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya memperkuat stabilisasi pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat. Di samping itu, momentum Hari Pangan Sedunia ke-46 ini juga menjadi sarana penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penerapan pola konsumsi pangan yang B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman),” ujar Manto.

Semarak Hari Pangan Sedunia ke-46 Peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini di Kalimantan Barat dikemas secara meriah dan edukatif. Selain pasar dan pangan murah, rangkaian acara turut diisi dengan berbagai kegiatan kreatif seperti lomba video ketahanan pangan yang mengusung kampanye inspiratif bertema “Stop Boros Pangan”.
Kampanye ini mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk lebih bijak mengelola makanan, menghargai setiap proses produksi pangan, serta meminimalisir sisa makanan (food waste).
Melalui sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar optimis ketahanan pangan di Bumi Khatulistiwa akan semakin tangguh.
Gerakan ini diharapkan mampu mewujudkan kemandirian pangan yang dimulai dari lingkup keluarga terkecil demi tercapainya Kalimantan Barat yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
(Aep05-PBMI)








