
CILEGON – PORTALBMI.ID – Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-42 dengan melibatkan jajaran pengurus pusat dan daerah dari seluruh Indonesia.
Momentum ini dimanfaatkan DPD APJI Provinsi Banten untuk memperkenalkan kekayaan kuliner lokal sekaligus memperkuat kontribusi pelaku usaha jasa boga terhadap perekonomian daerah.
Perayaan tersebut diikuti DPD APJI Banten melalui kegiatan yang digelar di kawasan Tajuk Akses Tol Cilegon Barat, Ring Ciore Waseh. Dalam rangkaian kegiatan itu, pengurus DPD APJI Banten juga mengikuti pertemuan secara daring melalui Zoom bersama Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan DPD APJI dari berbagai provinsi di Indonesia. Rabu (21/10/26).

Ketua DPD APJI Provinsi Banten, Moh Furqon, mengatakan, partisipasi APJI Banten dalam peringatan HUT ke-42 diwujudkan melalui presentasi tiga menu olahan tempe yang mengangkat kekhasan kuliner dari sejumlah wilayah di Banten.
“Alhamdulillah, dalam momentum HUT APJI ke-42 ini, DPD APJI Banten dapat berpartisipasi dengan memperkenalkan tiga menu olahan tempe. Resep-resep tersebut mengangkat kekayaan kuliner daerah sekaligus menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi sajian yang bernilai,” ujar Furqon.
Ia menjelaskan, tiga menu yang diperkenalkan tersebut adalah rabeg tempe, angen lada tempe, dan laksa tempe. Ketiganya merepresentasikan kekayaan cita rasa kuliner dari wilayah Banten yang berbeda.
Menu pertama, rabeg tempe, merupakan pengembangan kuliner rabeg yang dikenal sebagai salah satu hidangan khas Banten dan memiliki kaitan dengan tradisi kuliner Kesultanan Banten. Jika umumnya rabeg identik dengan olahan daging kambing, dalam kesempatan ini bahan utamanya dikembangkan menggunakan tempe.

Menu kedua adalah angen lada tempe, yang merepresentasikan kuliner khas wilayah Banten Selatan, khususnya Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Hidangan tersebut dipresentasikan oleh Chef Putri, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC APJI Pandeglang.
Sementara itu, menu ketiga adalah laksa tempe yang diperkenalkan melalui perwakilan APJI dari kawasan Tangerang Raya, meliputi Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.
Furqon menyampaikan, pengembangan menu berbahan tempe tersebut merupakan bagian dari arahan APJI nasional agar setiap DPD memperkenalkan resep olahan tempe dari daerah masing-masing. Tempe dipilih karena merupakan produk pangan asli Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam industri kuliner.
Menurut dia, tiga resep yang disampaikan DPD APJI Banten selanjutnya akan dihimpun dan dibukukan oleh DPP APJI sebagai bagian dari dokumentasi kuliner Nusantara.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena APJI Banten dapat menyumbangkan tiga menu yang mengangkat identitas kuliner daerah. Harapannya, resep-resep ini tidak hanya dikenal masyarakat Banten, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha jasa boga di tingkat nasional,” katanya.
Dorong Kolaborasi dan Pengembangan UMKMMemasuki usia ke-42, Furqon berharap APJI semakin aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Provinsi Banten, khususnya dalam pengembangan sektor kuliner, jasa boga, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menegaskan, APJI Banten siap mendukung program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), upaya pengentasan pengangguran, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha kuliner.
Menurut Furqon, penguatan sektor jasa boga perlu diiringi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemenuhan standar keamanan pangan, dan sertifikasi halal bagi pelaku usaha.
DPD APJI Banten juga mendorong para anggota dan pelaku usaha kuliner yang belum memiliki sertifikat halal agar segera mempersiapkan pemenuhannya. Selain itu, peningkatan kompetensi juru masak menjadi perhatian, terutama bagi tenaga kerja yang ingin berkiprah di dapur-dapur penyedia makanan untuk program MBG.
Furqon menyebutkan, APJI Banten merencanakan pelatihan Chef de Partie (CDP) gelombang kedua pada November 2026. Pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kompetensi tenaga kerja kuliner sesuai kebutuhan industri jasa boga.
Di sisi lain, jajaran DPC APJI di kabupaten dan kota se-Banten juga didorong untuk terus mengembangkan usaha, memperluas jejaring, serta mengambil bagian dalam berbagai kegiatan ekonomi dan pariwisata daerah.Furqon turut menyampaikan kesiapan APJI Banten untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam menyukseskan berbagai agenda daerah, termasuk mendukung pengembangan kawasan wisata Tanjung Lesung.
Siap Dukung PON 2028Lebih jauh, Furqon menyatakan APJI Banten siap mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang direncanakan berlangsung di Provinsi Banten dan Lampung.
Menurut dia, penyelenggaraan ajang olahraga nasional tersebut akan menjadi peluang bagi pelaku usaha jasa boga untuk berkontribusi melalui penyediaan layanan konsumsi, penguatan UMKM kuliner, dan promosi makanan khas daerah.

Karena itu, ia berharap momentum HUT ke-42 menjadi dorongan bagi seluruh pengurus dan anggota APJI Banten untuk meningkatkan semangat organisasi, memperkuat profesionalisme, serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak.
“Pesan saya kepada seluruh pengurus DPD dan DPC APJI se-Banten, tetap semangat dan terus mendukung program pemerintah. Kita harus semakin kreatif dalam mengembangkan usaha UMKM, meningkatkan kualitas tenaga kerja, mendorong sertifikasi halal, serta berkolaborasi membangun sektor kuliner di Banten,” tutur Furqon.
Ia berharap, pada usia ke-42 ini, APJI semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri jasa boga, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(Achie06-PBMI)








