
SERANG – PORTALBMI.ID – Sebanyak 350 pesepeda dari berbagai komunitas di wilayah Banten mengikuti kegiatan Serang Morning Ride bertajuk Gowes Sembari Ngedongeng, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Serang bersama Serang City Tour tersebut menjadi momentum memperingati Hari Pahlawan sekaligus memperkenalkan potensi wisata sejarah dan budaya Kota Serang.
Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB itu mengambil titik keberangkatan dan garis finis di Gedung Negara Provinsi Banten. Selain menjadi ajang olahraga dan silaturahmi antar komunitas, kegiatan ini juga dikemas sebagai wisata edukasi melalui konsep Serang City Tour.
Mengusung tema Gowes Sembari Ngedongeng, para peserta diajak menyusuri sejumlah kawasan dan destinasi bersejarah di Kota Serang.
Dengan demikian, kegiatan bersepeda tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga memberikan pengalaman mengenal cerita, sejarah, dan kekayaan budaya daerah.
Suasana acara semakin semarak dengan penampilan dalang asal Banten, Lala, yang berkolaborasi dengan pertunjukan pantomim dari siswa SD Persis binaan Pokdarwis. Selain itu, peserta juga disuguhi penampilan tari dari SD Peradaban, Smansa Kustik serta hiburan penyanyi cilik Ratu Aghisna A.
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah positif dalam mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga bersepeda sekaligus mempromosikan destinasi wisata sejarah di Kota Serang.

“Ini luar biasa. Kegiatan ini sekaligus mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga sepeda. Tadi kita juga berkeliling ke sejumlah tempat wisata sejarah di Kota Serang,” ujar Agis.
Menurut dia, Kota Serang memiliki banyak destinasi wisata yang menyimpan nilai sejarah dan perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas. Kegiatan seperti Serang Morning Ride dinilai dapat menjadi salah satu media promosi wisata daerah.
Sementara itu, Head of Serang City Tour, Ridha Pujiati, S.Psi., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif Serang City Tour bersama sejumlah komunitas sepeda di Banten.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah, di antaranya Anyer, Pandeglang, Merak, dan Kota Serang.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan sport tourism yang tetap mengutamakan nilai budaya. Melalui tagline ‘Gowes Sembari Ngedongeng’, peserta tidak hanya menikmati suasana bersepeda, tetapi juga mendapatkan nilai sejarah dan cerita yang bisa dibawa pulang untuk dibagikan kepada keluarga maupun teman,” kata Ridha.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi agenda tahunan Kota Serang dengan melibatkan komunitas sepeda dan dukungan pemerintah daerah.
Ridha mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Panitia mencatat sebanyak 350 peserta mengikuti Serang Morning Ride. Bahkan, pendaftaran telah ditutup sejak satu minggu sebelum pelaksanaan demi menjaga kenyamanan dan keselamatan seluruh peserta.

“Kami mengutamakan kenyamanan semuanya. Jika pendaftaran terus dibuka, dikhawatirkan jumlah peserta bisa mencapai lebih dari 500 orang. Karena itu, kami membatasi peserta agar perjalanan dan kegiatan di setiap lokasi tetap nyaman,” jelasnya.
Ridha juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari Pemerintah Kota Serang, Bank Banten, BSI, Telkomsel, Horison, McDonald’s, hingga puluhan sponsor lainnya. Sejumlah komunitas, termasuk HIPPI, turut ambil bagian dalam memeriahkan acara.
Terpisah, Ade Wahyu, perwakilan Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (FK Pokdarwis), turut mengapresiasi penyelenggaraan Serang Morning Ride.
“Keren banget dan mantap,” ungkap Ade.
Melalui kegiatan ini, Serang Morning Ride diharapkan menjadi wadah mempererat silaturahmi antar komunitas, mengembangkan wisata berbasis olahraga dan budaya, serta meningkatkan daya tarik destinasi sejarah Kota Serang.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan masyarakat, komunitas, pelaku pariwisata, dan pemerintah dalam mempromosikan kekayaan sejarah serta budaya Banten.
(CziYk06-PBMI)










