
Kemeriahan Pengerupukan di kawasan Sesetan, Sabtu malam, diwarnai dengan arak-arakan Ogoh-ogoh yang megah dan penuh kreativitas. FOTO: Ayu05/portalbmi.id
DENPASAR – PORTALBMI.ID – Kemeriahan Pengerupukan di kawasan Sesetan, Sabtu malam, diwarnai dengan arak-arakan Ogoh-ogoh yang megah dan penuh kreativitas. Namun di balik semarak tersebut, kondisi kabel listrik dan utilitas yang menjuntai rendah di sepanjang jalan menjadi sorotan warga.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah ogoh-ogoh berukuran besar terlihat kesulitan melintas karena terhalang kabel yang melintang di atas jalan. Bahkan, dalam beberapa momen, peserta arak-arakan harus berhati-hati dan menyesuaikan posisi ogoh-ogoh agar tidak menyentuh kabel yang dinilai cukup berisiko.

Kondisi ini tidak hanya menghambat jalannya arak-arakan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan peserta maupun penonton. Terlebih, ogoh-ogoh yang diarak memiliki tinggi dan struktur yang kompleks, sehingga berpotensi bersentuhan langsung dengan kabel jika tidak diantisipasi.
Sejumlah warga menilai kondisi kabel yang semrawut tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum mendapat penanganan optimal. Padahal, kegiatan seperti pengerupukan merupakan agenda tahunan yang selalu melibatkan banyak orang dan atraksi berukuran besar.
“Setiap tahun pasti ada arak-arakan, tapi kabel masih seperti ini. Harusnya ada penataan supaya lebih aman,” ujar salah satu warga yang menyaksikan kegiatan tersebut.
Selain faktor keselamatan, kondisi kabel yang tidak tertata juga dinilai mengurangi estetika kota, terutama saat momen budaya besar yang menjadi daya tarik wisata.

Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah serta instansi terkait untuk melakukan penataan jaringan kabel, baik dengan merapikan jalur distribusi maupun mempertimbangkan sistem kabel bawah tanah di kawasan padat aktivitas budaya.
Pengerupukan sendiri merupakan bagian penting dari rangkaian Hari Raya Nyepi, yang tidak hanya menjadi tradisi spiritual, tetapi juga atraksi budaya yang menarik perhatian masyarakat dan wisatawan.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, diharapkan aspek keselamatan dan infrastruktur pendukung juga menjadi prioritas, sehingga tradisi dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan tetap membanggakan Bali di mata dunia.
(Ayu05-PBMI)








