
Petugas mengevakuasi korban yang masih terjebak di dalam gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/04). FOTO: ANTARA
BEKASI – PORTALBMI.ID – Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur menimbulkan korban jiwa. Total ada 15 orang yang meninggal akibat kecelakaan ini.
Para korban dibawa ke rumah sakit di sekitar Stasiun Bekasi Timur. Sementara, lainnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi lebih dulu.
Ada 10 jenazah yang dibawa ke RS Polri. Tim DVI Dokkes Polri berhasil menuntaskan identifikasi terhadap 10 jenazah korban tabrakan kedua kereta itu.
“10 jenazah telah berhasil diidentifikasi,” kata Karodokpol RS Polri Brigjen Eddy Purnama Wirawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4).
Identifikasi para korban dilakukan dengan pencocokan DNA dengan keluarga.
Berikut identitas 10 korban yang teridentifikasi di RS Polri:
1. Tutik Anita Sari (31) Cikarang Barat.
2. Harum Anjasari (27) Cipayung, Jaktim.
3. Nur Alimantun Citra Lestasi (19) Jambi.
4. Farida Utami (50) Cibitung, Bekasi.
5. Vica Acnia Fratiwi (27) Cikarang Barat.
6. Ida Nuraida (48) Cibitung, Bekasi.
7. Gita Septia Wardani (20) Cibitung, Bekasi.
8. Fatmawati Rahmayani (29) Bekasi Selatan.
9. Arinjani Novita Sari (25) Tambun Selatan.
10. Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32) Tambun Selatan.
Sementara 5 korban lainnya berada di beberapa rumah sakit lain. Berikut identitasnya:
RSUD Kota Bekasi:
11. Nuryati
12. Nurlaela
13. Enggar Retno Krisjayanti
RS Bella Bekasi
14. Ristuti Tustirahato
RS Mitra Keluarga Bekasi Timur
15. Adelia Rifani
Adapun 84 korban luka-luka tengah dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.
Mereka antara lain dirawat di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Semua korban meninggal dan luka-luka adalah berjenis kelamin perempuan yang merupakan penumpang KRL.
Hal ini karena rangkaian KRL yang paling terdampak adalah gerbong khusus perempuan.
Sementara itu seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang sudah dievakuasi dalam kondisi selamat.

Proses evakuasi korban yang terhimpit di dalam gerbong KRL akibat kecelakaan itu dinyatakan selesai pada Selasa (28/04), kata Basarnas.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan tidak ada korban yang masih terjebak dalam rangkaian kereta.
“Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan,” kata Syafii dalam jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/04).
“Pukul 08.00 WIB operasi evakuasi sudah selesai. Seluruh Tim SAR kita sudah kembalikan ke homebase masing-masing,” tambahnya.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan duka dan permohonan maaf kepada pelanggan.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak.
(Red-PBMI)








