
APJI Banten menggelar Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Koordinasi (Rakor) di Dopamine Cafe, Jalan Raya Serang KM 24, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu (13/6/2026). FOTO: Achie06/PORTALBMI.ID
SERANG – PORTALBMI.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Provinsi Banten menggelar Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Koordinasi (Rakor) di Dopamine Cafe, Jalan Raya Serang KM 24, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan program kerja kepengurusan periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Ketua DPD APJI Banten, Moh Furqon.
Raker dan Rakor tersebut tidak hanya membahas penguatan organisasi, tetapi juga merumuskan berbagai program strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan usaha kuliner, serta sinergi dengan dunia industri dan pemerintah.
Wakil Ketua Umum Bidang Industri Pangan DPP APJI, Dudy Ilham, mengapresiasi berbagai program yang dirancang DPD APJI Banten. Menurutnya, program-program tersebut menunjukkan semangat baru dalam mendorong kemajuan sektor kuliner dan UMKM di Provinsi Banten.
“Saya melihat program-program yang diusulkan cukup baik. Ada dorongan untuk memperkuat UMKM di seluruh kabupaten dan kota di Banten, termasuk berbagai pelatihan yang memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dudy.
Ia menilai Banten memiliki posisi strategis sebagai penghubung Pulau Jawa dan Sumatera sehingga memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat kuliner nasional. Karena itu, APJI diharapkan mampu mengangkat berbagai produk kuliner khas daerah agar memiliki daya saing dan dikenal lebih luas.

Sementara itu, Ketua DPD APJI Banten, Moh Furqon, menjelaskan bahwa salah satu program prioritas dalam 100 hari kerja kepengurusan adalah membangun komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten serta berbagai instansi terkait.
Menurutnya, APJI ingin turut berkontribusi membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan keterampilan kerja, khususnya di bidang kuliner dan jasa boga.
“Kami akan mengadakan pelatihan chef, pelatihan tenaga pelayanan restoran, hingga pelatihan keterampilan lainnya yang dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat. Setelah memiliki kompetensi, peserta bisa disalurkan ke dunia kerja baik di dalam maupun luar negeri,” kata Furqon.
Selain itu, APJI Banten juga berencana memperkuat kemitraan dengan sektor industri, khususnya perusahaan- perusahaan yang memiliki layanan katering dan kebutuhan pengelolaan dapur skala besar. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi anggota APJI sekaligus meningkatkan kualitas layanan industri jasaboga di Banten.
Dalam sesi diskusi, Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Pelatihan DPD APJI Banten, Paula Theodora, menekankan pentingnya pembenahan internal organisasi sebelum melakukan ekspansi program yang lebih luas.
Menurutnya, penguatan kapasitas anggota harus menjadi prioritas melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Program tersebut meliputi pelatihan keamanan pangan (food safety), food handler, sertifikasi halal, HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points), hingga ISO.
“Dapur-dapur anggota APJI harus dibenahi terlebih dahulu. Kita perlu memastikan seluruh standar keamanan pangan, sertifikasi halal, HACCP, hingga ISO terpenuhi. Pelatihan juga harus dilakukan secara berkelanjutan dan terdokumentasi dengan baik,” ujarnya.
Paula menjelaskan bahwa ke depan akan diterapkan sistem penilaian atau grading dapur yang akan menentukan kualitas dan kelayakan operasional dapur penyedia layanan makanan. Karena itu, seluruh anggota APJI perlu mempersiapkan dokumen dan sertifikasi secara lengkap agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan.
Ia juga mendorong kolaborasi antara APJI, Dinas Kesehatan, serta para trainer dan asesor yang telah memiliki sertifikasi kompetensi untuk menyelenggarakan pelatihan secara rutin bagi anggota dan tenaga kerja dapur.

“Pelatihan tidak harus menunggu lama. Jika kuota peserta mencukupi, pelatihan bisa langsung dilaksanakan. APJI Banten memiliki banyak sumber daya yang kompeten untuk menjadi trainer maupun asesor,” katanya.
Selain pelatihan chef dan food handler, APJI Banten juga menyiapkan program sertifikasi tenaga kerja di sektor industrial catering pabrik serta dapur penyedia makanan bergizi yang saat ini berkembang di berbagai daerah. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Dalam Raker dan Rakor tersebut, pengurus juga menetapkan sejumlah agenda strategis lainnya, seperti pembenahan database keanggotaan, penguatan organisasi, peningkatan kompetensi anggota melalui sertifikasi profesi, serta optimalisasi publikasi dan digitalisasi organisasi.
Melalui berbagai program tersebut, DPD APJI Banten berharap dapat menjadi mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam mengembangkan sektor kuliner, memperkuat UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri jasaboga di Provinsi Banten.
(Achie06-PBMI)







